Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Demian Aditya Kembangkan Aplikasi Horor DMS Plus, Gandeng Multivision Produksi Film Vertikal

Rabu, 06/05/2026
Demian Aditya Kembangkan Aplikasi Horor DMS Plus, Gandeng Multivision Produksi Film Vertikal
Pesulap dan kreator konten horor Demian Aditya

Jakarta, 6 Mei 2026 – Pesulap dan kreator konten horor Demian Aditya kini tengah fokus mengembangkan aplikasi digital bernama DMS Plus, sebuah platform berbasis komunitas yang menyajikan konten horor secara komprehensif.

Ditemui di kawasan Casablanca, Jakarta, Rabu (6/5), suami dari Sara Wijayanto itu mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut sebenarnya telah dikembangkan selama tiga tahun terakhir. DMS Plus hadir sebagai evolusi dari basis komunitas horor yang sebelumnya dibangun melalui platform YouTube.

“Awalnya dari YouTube, komunitas kita kuat. Tapi kita tidak pernah benar-benar tahu siapa mereka. Dengan aplikasi ini, kita bisa merangkul dan menjaga komunitas lebih dekat,” ujar Demian.

Fokus Konten Horor dan Film Vertikal

DMS Plus mengusung konsep platform horor terintegrasi, mulai dari konten investigasi, berita bertema mistis, hingga film vertikal. Demian menyebutkan, seluruh produksi dilakukan secara mandiri melalui rumah produksi miliknya, N Studio.

Saat ini, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 10.000 konten horor, termasuk hasil eksplorasi ke berbagai lokasi terkenal di dunia seperti museum boneka Annabelle dan penjara Alcatraz di Amerika Serikat.

Untuk lini film, DMS Plus fokus mengembangkan format film vertikal, bukan film layar lebar. Hingga kini, satu judul telah tayang, sementara lima lainnya masih dalam tahap produksi.

Kolaborasi dengan Multivision

Dalam pengembangannya, DMS Plus mendapat dukungan investasi dari Multivision Plus. Kolaborasi ini juga melahirkan proyek film berjudul Cerita Lila yang dijadwalkan tayang pada 18 Juni mendatang.

Selain itu, Demian mengungkapkan pihaknya tengah menggarap remake sejumlah intellectual property (IP) horor milik Multivision menjadi format film vertikal.

Sistem Berlangganan

DMS Plus mengusung model bisnis freemium. Pengguna dapat mengakses sebagian konten secara gratis, sementara konten eksklusif tersedia melalui sistem berlangganan mulai dari Rp5.000.

“Pendapatan utama kita dari subscription. Jadi memang kita bangun ekosistem yang berkelanjutan dari komunitas itu sendiri,” jelas Demian.

Peran Sara Wijayanto

Dalam pengelolaannya, Demian juga dibantu oleh sang istri, Sara Wijayanto, yang berperan dalam pengembangan konten sekaligus memperkuat sisi kreatif dan distribusi.

Dengan pendekatan berbasis komunitas dan fokus pada niche horor, DMS Plus diharapkan mampu menjadi platform digital alternatif bagi penggemar kisah mistis di Indonesia.

Tags

Terkini