Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pidato di Las Vegas, Nevada, dalam sebuah acara yang dipenuhi nuansa kampanye dan dukungan terhadap kebijakan ekonominya. Dalam kesempatan tersebut, Trump menyoroti berbagai program unggulan, terutama kebijakan “no tax on tips” yang disebutnya sebagai terobosan besar bagi pekerja sektor layanan.
Acara dibuka dengan suasana patriotik, termasuk penampilan lagu God Bless the USA yang membangkitkan semangat nasionalisme para pendukung. Trump kemudian naik ke panggung dan langsung menyapa ribuan hadirin yang memadati lokasi acara.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa kebijakan penghapusan pajak atas tip merupakan ide sederhana namun berdampak besar. Ia mengklaim kebijakan tersebut lahir dari percakapan dengan seorang pelayan di Las Vegas dan kini telah menjadi bagian dari undang-undang pajak yang lebih luas.
“Las Vegas adalah pusat pekerja berbasis tip terbesar. Dan sekarang mereka mendapatkan pengembalian pajak terbesar dalam hidup mereka,” ujar Trump di hadapan para pendukungnya.
Selain “no tax on tips”, Trump juga mempromosikan kebijakan lain seperti penghapusan pajak lembur (overtime), pengurangan pajak untuk lansia, serta insentif bagi pembelian mobil buatan Amerika. Ia menyebut paket kebijakan tersebut sebagai “great big beautiful bill” yang diklaim telah meningkatkan pendapatan masyarakat.
Trump juga menyinggung kondisi ekonomi nasional, dengan menyatakan bahwa tingkat pengembalian pajak meningkat signifikan dan ekonomi Amerika Serikat berada dalam kondisi kuat. Ia bahkan mengklaim pasar saham mencapai rekor baru dan jumlah pekerja berada di titik tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam acara tersebut, sejumlah warga Las Vegas turut memberikan testimoni, mulai dari polisi, pekerja restoran, hingga pelaku usaha kecil. Mereka mengaku merasakan langsung dampak kebijakan pajak baru yang dinilai meringankan beban ekonomi keluarga.
Meski demikian, pidato Trump juga diwarnai kritik terhadap lawan politiknya dari Partai Demokrat. Ia menuduh pihak oposisi ingin menaikkan pajak dan menghambat kebijakan yang menurutnya menguntungkan rakyat.
Acara ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Trump memperkuat dukungan menjelang agenda politik berikutnya, termasuk pemilihan paruh waktu (midterms). Ia menekankan pentingnya kemenangan Partai Republik agar kebijakan pajak yang telah diterapkan tidak dibatalkan.
Dengan fokus pada isu ekonomi dan kesejahteraan pekerja, Trump kembali menegaskan posisinya sebagai tokoh yang mengusung kebijakan populis berbasis pemotongan pajak dan pertumbuhan ekonomi.