Sidang Ammar Zoni akan kembali digelar pada Kamis, 23 April 2026, dengan agenda pembacaan putusan. Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Geely EX2 Tantang Dominasi BYD Dolphin Mini di Pasar Mobil Listrik Murah

Jum'at, 17/04/2026
 Geely EX2 Tantang Dominasi BYD Dolphin Mini di Pasar Mobil Listrik Murah
BYD lewat model BYD Dolphin Mini

Jakarta – Persaingan mobil listrik entry-level semakin memanas. Setelah lama didominasi oleh BYDlewat model BYD Dolphin Mini, kini muncul penantang baru dari Geely yang mulai mencuri perhatian, yakni Geely EX2.

Berbeda dengan pendekatan mobil listrik murah pada umumnya, Geely EX2 tidak sekadar mengandalkan harga terjangkau. Mobil ini dibangun di atas platform canggih Global Intelligent Electric Architecture (GEA), yang sejak awal dirancang khusus untuk kendaraan listrik modern, bukan hasil adaptasi dari mobil bermesin konvensional.

Dari sisi dimensi, EX2 tampil lebih unggul. Dengan panjang sekitar 4,13 meter dan jarak sumbu roda 2,65 meter, mobil ini menawarkan ruang kabin yang jauh lebih lega dibandingkan Dolphin Mini yang memiliki panjang 3,78 meter dan wheelbase 2,50 meter. Hasilnya, penumpang mendapatkan kenyamanan setara mobil kelas di atasnya.

Keunggulan lain terlihat pada kapasitas bagasi. Geely EX2 menyediakan ruang hingga 375 liter di belakang, ditambah bagasi depan (frunk) sekitar 70 liter—fitur yang jarang ditemukan di kelas mobil listrik murah. Sementara itu, Dolphin Mini hanya menawarkan kapasitas bagasi sekitar 230 liter.

Di sektor performa, Geely juga mengambil langkah berani. EX2 menggunakan sistem penggerak roda belakang (rear-wheel drive), berbeda dengan Dolphin Mini yang masih mengandalkan penggerak roda depan. Tenaga yang dihasilkan mencapai 116 hp, jauh di atas Dolphin Mini yang berada di kisaran 75 hp.

Tak hanya itu, Geely menyematkan teknologi motor listrik terintegrasi 11-in-1, yang menggabungkan berbagai komponen penting dalam satu sistem ringkas. Teknologi ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan kehilangan daya.

Untuk kenyamanan berkendara, EX2 dibekali suspensi belakang independen multi-link—fitur yang biasanya hanya ada di mobil kelas menengah ke atas. Ini memberikan stabilitas lebih baik serta meredam getaran secara optimal dibandingkan suspensi torsion beam yang digunakan kompetitornya.

Mobil ini juga menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas sekitar 39,4 kWh dengan sistem pendingin cairan, yang diklaim lebih aman dan tahan lama.

Pengamat otomotif menilai kehadiran Geely EX2 bisa menjadi titik balik di segmen mobil listrik murah. Jika sebelumnya konsumen hanya mengandalkan harga sebagai pertimbangan utama, kini faktor kualitas, teknologi, dan kenyamanan mulai menjadi standar baru.

Persaingan antara Geely dan BYD pun tidak lagi sekadar perang harga, melainkan pertarungan teknologi dan efisiensi produksi. Dengan strategi agresif ke pasar ekspor seperti Asia Tenggara dan Amerika Latin, Geely berpotensi menggerus dominasi BYD di segmen ini.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin peta persaingan mobil listrik global akan berubah dalam waktu dekat, dengan konsumen menjadi pihak yang paling diuntungkan berkat meningkatnya kualitas di kelas harga terjangkau.

Tags

Terkini