Washington – Federal Bureau of Investigation bersama Department of Justice dan mitra internasional mengumumkan keberhasilan operasi besar bernama Operation Masquerade, yang menargetkan infrastruktur siber milik intelijen militer Rusia.
Kepala Divisi Siber FBI, Brett Leatherman, mengungkapkan bahwa operasi ini bertujuan menghentikan aktivitas kelompok yang terafiliasi dengan GRU yang telah melakukan serangan siber global sejak 2024.
Menurut FBI, para pelaku menjalankan kampanye DNS hijacking, yakni teknik pembajakan sistem domain yang memungkinkan mereka mengalihkan lalu lintas internet dari perangkat korban ke server yang mereka kendalikan. Perangkat yang terdampak mencakup ponsel, laptop, hingga router rumah tangga dan bisnis kecil.
“GRU telah mengompromikan sejumlah besar router di Amerika Serikat dan seluruh dunia untuk mengakses target bernilai tinggi,” ujar Leatherman.
Dalam operasi yang telah mendapat izin pengadilan, FBI melakukan tindakan teknis untuk mengamankan perangkat yang terinfeksi di wilayah AS. Langkah tersebut meliputi pemulihan pengaturan DNS yang telah dimanipulasi, pemutusan akses pelaku, serta pengumpulan bukti digital.
FBI juga memastikan bahwa operasi ini tidak mengganggu fungsi perangkat maupun data pengguna yang sah, setelah melalui pengujian menyeluruh sebelumnya.
Tanpa intervensi tersebut, para pelaku disebut berpotensi terus mencuri informasi sensitif seperti email, kata sandi, hingga token autentikasi, bahkan dari lalu lintas yang telah dienkripsi.
Selain penindakan, FBI bersama National Security Agency dan mitra dari 15 negara turut merilis panduan keamanan publik untuk membantu masyarakat dan organisasi melindungi sistem mereka dari serangan serupa.
FBI menegaskan bahwa ancaman siber dari Rusia masih menjadi risiko jangka panjang, terutama terhadap infrastruktur digital dan jaringan penting.
“Melindungi keamanan dalam negeri kini juga berarti menghadapi ancaman di dunia digital,” tegas Leatherman.
Operasi ini menjadi salah satu langkah terbesar dalam upaya global melawan spionase siber, sekaligus menandai peningkatan kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman dunia maya yang semakin kompleks.