Pengacara Malik Bawazier Serukan Perang Melawan Hoaks, Apresiasi Inisiatif Ahmad Dhani

Kamis, 14/05/2026
 Pengacara Malik Bawazier Serukan Perang Melawan Hoaks, Apresiasi Inisiatif Ahmad Dhani
Pengacara Malik Bawazier menyerukan pentingnya memerangi hoaks

Jakarta- Pengacara Malik Bawazier menyerukan pentingnya memerangi hoaks dan penyiaran berita bohong di ruang publik dalam deklarasi Gerakan Masyarakat Anti Hoaks yang diinisiasi oleh Ahmad Dhani. Dalam pernyataannya, Malik menilai gerakan tersebut hadir pada momentum yang tepat demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Malik Bawazier menegaskan bahwa penyebaran hoaks bukan sekadar persoalan informasi palsu, tetapi dapat berkembang menjadi serangan terhadap integritas seseorang hingga memicu instabilitas sosial, politik, hukum, dan keamanan.

“Berbicara di ruang publik harus berdasarkan fakta kebenaran materiil yang didukung bukti-bukti valid. Jangan sampai hoaks diciptakan untuk membuat pergaduhan,” ujarnya.

Ia menilai hoaks dapat berujung pada penghinaan, fitnah, pencemaran nama baik hingga penghasutan yang berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di ruang publik harus menjadi perhatian semua pihak.

Malik juga mengungkapkan bahwa Gerakan Masyarakat Anti Hoaks nantinya tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga menyiapkan langkah implementasi nyata berupa pendampingan kasus dan penegakan hukum terhadap penyebaran berita bohong.

Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum kepada korban hoaks melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia bahkan menyebut fenomena hoaks saat ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

“Hoaks sekarang sudah seperti cancer stadium akhir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Malik Bawazier memberikan apresiasi tinggi kepada Ahmad Dhani karena dinilai menjadi sosok anggota dewan yang serius menggagas gerakan sosial lintas profesi untuk memerangi hoaks.

Ia menyebut gerakan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk para advokat dan praktisi hukum, guna menjaga masyarakat dari fitnah, pencemaran nama baik, hingga penyiaran berita bohong.

Selain itu, Malik juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban hoaks agar melapor kepada Gerakan Masyarakat Anti Hoaks. Menurutnya, gerakan tersebut memiliki sumber daya untuk memburu pelaku penyebaran hoaks hingga ke akar-akarnya.

Dalam sesi tanya jawab, Malik turut menegaskan perbedaan antara kritik dan hoaks. Ia mengatakan kritik yang sehat lahir dari itikad baik dan didasarkan pada fakta yang benar, bukan untuk memecah belah atau menyerang karakter seseorang.

“Kalau berbicara tanpa dasar fakta materiil dan ditujukan untuk melakukan character assassination, apalagi menghasut memecah belah persatuan bangsa, itu sudah lebih dari sekadar hoaks,” tegasnya.

Tags

Terkini