Pemerintah AS Bekukan Dana Medicaid California Rp21 Triliun, JD Vance Soroti Dugaan Penipuan Besar

Kamis, 14/05/2026
Pemerintah AS Bekukan Dana Medicaid California Rp21 Triliun, JD Vance Soroti Dugaan Penipuan Besar
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengumumkan penangguhan pembayaran penggantian dana Medicaid

WASHINGTON D.C. — Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tegas terhadap dugaan praktik penipuan dalam program layanan kesehatan Medicaid dan Medicare. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengumumkan penangguhan pembayaran penggantian dana Medicaid untuk negara bagian California senilai US$1,34 miliar atau sekitar Rp21 triliun.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih sebagai bagian dari upaya federal memberantas penyalahgunaan dana kesehatan publik yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Dalam pidatonya, Vance menegaskan bahwa praktik penipuan Medicaid menciptakan dua kelompok korban sekaligus, yakni para pembayar pajak Amerika dan masyarakat berpenghasilan rendah yang seharusnya menerima layanan kesehatan.

“Negara bagian California tidak menangani masalah penipuan ini dengan serius. Ada kasus di mana pasien diberi resep obat yang sebenarnya tidak mereka butuhkan hanya demi keuntungan penyedia layanan kesehatan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Vance.

Turut hadir dalam konferensi tersebut, Mehmet Oz bersama Kim Brandt yang memimpin satuan tugas anti-penipuan federal. Dr. Oz mengungkap temuan mengejutkan terkait layanan hospice atau perawatan pasien terminal di wilayah Los Angeles.

Menurutnya, sekitar sepertiga program hospice di seluruh Amerika Serikat berada di Los Angeles, angka yang dianggap tidak wajar dan memicu investigasi besar-besaran.

Pemerintah federal kini telah menangguhkan sekitar 800 layanan hospice yang diduga terlibat praktik penipuan, termasuk penggunaan identitas pasien secara ilegal. Selain itu, pemerintah juga memberlakukan moratorium nasional terhadap izin baru layanan hospice dan home healthcare hingga sistem pengawasan diperketat.

Dr. Oz menilai penghentian praktik penipuan tersebut dapat memperpanjang usia dana jaminan kesehatan Medicare hingga dua kali lebih lama dibanding proyeksi saat ini.

Selain California, Vance juga menyoroti lemahnya penegakan hukum di sejumlah negara bagian lain seperti Hawaii dan New York. Ia membandingkan jumlah kasus penipuan Medicaid yang ditindak di Indiana jauh lebih banyak dibanding New York meski jumlah penduduknya lebih kecil.

Pemerintah federal disebut telah mengirim surat kepada pengelola Medicaid di 50 negara bagian. Mereka diminta meningkatkan penindakan terhadap pelaku fraud atau berisiko kehilangan dukungan dana federal untuk unit investigasi anti-penipuan.

Di luar isu domestik, Vance turut menyinggung kebijakan luar negeri AS terkait Iran. Ia menegaskan komitmen pemerintahan Donald Trump untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

“Proliferasi nuklir adalah ancaman terbesar bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Presiden telah memilih jalur diplomatik untuk saat ini, tetapi garis merahnya jelas: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tegas Vance.

Tags

Terkini