Aktris muda Arla Ailani mengaku antusias saat dipercaya terlibat dalam film Gudang Merica garapan Imam Darto. Namun, Arla menyebut pengalaman syuting film tersebut jauh dari bayangannya tentang film komedi biasa.
“Aku senang banget diajak di film ini. Tapi ternyata ini bukan film komedi biasa, ini tuh filmnya Pak Darto. Jadi kayak punya genre sendiri,” ujar Arla dalam jumpa pers fi Epicentrum, Jakarta. Selasa ( 12/5).
Menurut Arla, proses produksi “Gudang Merica” dipenuhi tantangan tak terduga karena ia harus mengikuti berbagai tuntutan artistik spontan dari sang sutradara. Ia bahkan menyebut banyak adegan dibuat secara mendadak beberapa menit sebelum pengambilan gambar dimulai.
“Lumayan banyak tantangan buat mewujudkan isi kepala Pak Darto yang luar biasa. Kadang ada tuntutan yang tiba-tiba terjadi tanpa rencana,” katanya.
Dalam mendalami karakter, Arla mengaku melakukan riset sederhana mengenai ritual dan adat melalui internet. Namun, beberapa adegan tetap harus dibangun secara improvisasi di lokasi syuting.
“Ada scene yang koreografinya baru dibuat lima menit sebelum take. Untung dibantu juga sama Mas Marwan untuk pergerakan-pergerakannya,” ungkapnya.
Arla juga memuji suasana kerja di lokasi syuting yang menurutnya sangat suportif. Dukungan para pemain lain membuat dirinya lebih leluasa mengeksplorasi karakter unik yang dimainkan.
“Semua cast di sini suportif banget, jadi aku gampang mengeluarkan sisi-sisi freak aku di film ini,” ujarnya .
Tak hanya soal akting, Arla juga membocorkan permintaan khusus dari Imam Darto demi kebutuhan karakter. Ia diminta tampil lebih natural, termasuk menumbuhkan bulu ketiak dan mengubah gaya rambutnya.
“Sempat diminta menumbuhkan bulu ketek, terus rambut juga diminta diperming. Banyak banget request-nya,” kata Arla.
Sementara itu, Imam Darto mengungkapkan bahwa pendekatan realistis memang menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer “Gudang Merica”. Film ini juga dibintangi Ardhito Pramonobersama sejumlah pemain muda lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, para pemain mengaku chemistry antarpemeran terbangun secara alami selama proses syuting berlangsung.