Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Keajaiban Formasi Batuan Dunia: Dari Apel Terbelah hingga Pilar Raksasa Penantang Gravitasi

Sabtu, 25/04/2026
 Keajaiban Formasi Batuan Dunia: Dari Apel Terbelah hingga Pilar Raksasa Penantang Gravitasi
Berbagai formasi batuan raksasa di dunia terus memukau para ilmuwan dan wisatawan

Jakarta — Berbagai formasi batuan raksasa di dunia terus memukau para ilmuwan dan wisatawan karena bentuknya yang unik serta kemampuannya “menantang” gravitasi. Fenomena ini bukanlah keajaiban supranatural, melainkan hasil proses geologi yang berlangsung selama jutaan hingga ratusan juta tahun.

Salah satu contoh paling ikonik adalah Split Apple Rock di Selandia Baru. Batu berdiameter sekitar 5,5 meter ini tampak seperti apel raksasa yang terbelah sempurna. Retakan simetris tersebut terbentuk akibat proses pembekuan air di celah batu yang terus mengembang selama jutaan tahun. Dalam budaya Māori, batu ini juga dikaitkan dengan legenda pertarungan dua dewa.

Fenomena serupa juga terlihat di Thailand melalui Hin Sam Wan atau “Batu Tiga Paus”. Dari udara, formasi ini menyerupai tiga paus raksasa yang berenang di tengah hutan. Bentuknya terbentuk akibat erosi angin dan hujan tropis selama sekitar 75 juta tahun.

Di Sri Lanka, Sigiriya berdiri megah sebagai pilar batu setinggi hampir 200 meter yang berasal dari sisa inti gunung berapi purba. Sementara di Myanmar, Golden Rock atau Batu Emas tampak “menggantung” di tepi tebing dengan keseimbangan yang nyaris mustahil, sekaligus menjadi situs suci yang dilapisi daun emas oleh para peziarah.

Keunikan geologi juga terlihat di China melalui Stone Forest, hutan batu kapur yang terbentuk lebih dari 270 juta tahun lalu, serta lanskap Danxia yang berwarna merah mencolok akibat oksidasi mineral. Sementara di Kolombia, El Peñón de Guatapé menjulang lebih dari 200 meter sebagai monolit granit raksasa dengan tangga zig-zag yang menempel di celah alaminya.

Formasi batuan unik lainnya mencakup Uluru yang sakral bagi masyarakat Aborigin, serta Devils Toweryang terbentuk dari magma beku dan menjulang dramatis di tengah dataran.

Di Norwegia, Preikestolen menawarkan tebing datar setinggi lebih dari 600 meter tanpa pagar pengaman, sementara Kjeragbolten menampilkan batu besar yang terjepit di antara dua tebing—menjadi destinasi ekstrem bagi para pencari adrenalin.

Tak kalah menarik, Fingal’s Cave menghadirkan kolom basal heksagonal yang membentuk “katedral alami”, sedangkan Marble Caves memamerkan gua marmer berwarna biru yang dipahat oleh gelombang air selama ribuan tahun.

Para ahli geologi menegaskan bahwa keseimbangan batuan-batuan ini bukan kebetulan. Kombinasi struktur internal yang padat, distribusi berat yang presisi, serta erosi selektif menjadi faktor utama yang menjaga stabilitasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa hukum alam tidak dilanggar, melainkan bekerja dengan cara yang luar biasa kompleks. Formasi-formasi tersebut menjadi bukti nyata bagaimana waktu, tekanan, dan unsur alam mampu menciptakan karya spektakuler yang tampak “mustahil”, namun sepenuhnya ilmiah

Tags

Terkini