Beijing — Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, resmi memperkenalkan hypercar listrik terbarunya, BYD Denza Z, dalam ajang Beijing Auto Show. Model ini menjadi langkah berani BYD memasuki segmen ultra-luxury performance yang selama ini didominasi pabrikan Eropa.
Denza Z hadir sebagai mobil listrik flagship dengan desain convertible empat penumpang (soft top), memadukan gaya supercar dengan kenyamanan grand tourer. Tampilan agresif berpadu dengan garis aerodinamis modern, menunjukkan fokus pada performa sekaligus efisiensi.
Di sektor performa, Denza Z dibekali konfigurasi tiga motor listrik (tri-motor) dengan sistem penggerak all-wheel drive. Total tenaga yang dihasilkan diklaim menembus lebih dari 1.000 hp, memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam dalam waktu kurang dari dua detik—menjadikannya salah satu mobil listrik tercepat di kelasnya.
Teknologi suspensi aktif terbaru, DiSus-M, turut disematkan. Sistem ini menggunakan peredam magnetik dan kontrol prediktif untuk meningkatkan stabilitas serta handling, khususnya saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Denza Z dibangun di atas platform EV terbaru milik BYD, dengan konstruksi ringan berbahan serat karbon serta desain aerodinamika canggih. Mobil ini juga mengusung Blade Battery yang terkenal akan efisiensi dan keamanan tinggi.
Dalam hal pengisian daya, Denza Z sudah mendukung teknologi fast-charging generasi terbaru yang memungkinkan pemulihan jarak tempuh secara signifikan hanya dalam hitungan menit. Secara keseluruhan, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 600 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Diposisikan sebagai “halo car” global, Denza Z secara langsung menyasar kompetitor dari Eropa di segmen hypercar listrik. Kehadirannya sekaligus menegaskan ambisi BYD untuk tidak hanya menjadi pemain besar di pasar kendaraan listrik massal, tetapi juga di lini performa tinggi dan kendaraan mewah.
Peluncuran ini menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di dunia hypercar listrik akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan.