Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

TNI AL Uji Coba Bus Listrik, Dorong Mobilitas Hijau di Lingkungan Militer

Kamis, 16/04/2026
TNI AL Uji Coba Bus Listrik, Dorong Mobilitas Hijau di Lingkungan Militer
TNI Angkatan Laut mulai menguji penggunaan bus listrik ( Dispensl )

TNI Angkatan Laut mulai menguji penggunaan bus listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di bidang energi ramah lingkungan. Uji coba perdana ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/04).

Langkah ini menandai peran aktif TNI AL dalam mendorong transformasi menuju mobilitas hijau di lingkungan militer. Selain mendukung pengurangan emisi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional serta menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak impor. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi TNI AL dalam percepatan transisi energi bersih sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

Bus listrik yang diuji memiliki kapasitas 33 penumpang dengan spesifikasi heavy duty dan bobot mencapai 15,2 ton. Kendaraan ini ditenagai baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh, dengan kecepatan maksimum hingga 100 km per jam. Berbagai pengujian ketahanan telah dilalui, mulai dari uji getaran, kejut mekanis, hingga simulasi kondisi ekstrem seperti perendaman air dan paparan api.

Dari sisi keselamatan, bus ini dilengkapi sejumlah fitur modern, seperti pemutus arus utama, sistem pemadam otomatis di ruang baterai, deteksi asap, serta dukungan teknologi pemantauan berupa GPS tracking, battery monitoring, dan 12 kamera CCTV.

Menurut Kasal, kehadiran bus listrik ini akan sangat membantu mobilitas prajurit, khususnya bagi personel yang tinggal jauh dari satuan kerja. Selain meningkatkan efisiensi transportasi, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai mampu menekan tingkat polusi udara, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Tidak hanya bus listrik, TNI AL juga mulai mengadopsi kendaraan dinas berbasis listrik untuk para pejabat dan personel secara bertahap. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Ke depan, penggunaan kendaraan listrik akan diperluas ke berbagai satuan kerja TNI AL di seluruh Indonesia. Selain bus listrik, pemanfaatan mobil listrik dan kendaraan hybrid ditargetkan mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga sekitar 50 persen.

Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong percepatan transisi energi nasional. Pemerintah menargetkan penghematan konsumsi BBM hingga 200 ribu barel per hari atau sekitar 20 persen, serta peningkatan kapasitas produksi listrik nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Tags

Terkini