Dunia fashion kembali menghadirkan eksplorasi artistik lewat koleksi Fall 2027 bertajuk 110 dB. Koleksi ini mengangkat hubungan antara keheningan, ritme, dan gerakan melalui permainan volume, tekstur, serta struktur busana yang terkontrol.
Terinspirasi dari penari flamenco legendaris Antoñita La Singla, koleksi tersebut menerjemahkan suara menjadi bentuk visual. Getaran emosi dan energi pertunjukan dituangkan lewat detail pakaian yang menonjolkan dinamika gerak.
Siluet busana wanita maupun pria dibentuk melalui teknik lipatan, relief, dan konstruksi berlapis yang menciptakan dimensi mendalam sekaligus efek bergerak. Gaun malam berbahan ringan dengan efek gemerisik menghadirkan kesan fluid dan dramatis, sementara tailoring berbahan Prince of Wales dan cool wool memberikan struktur yang lebih tegas dan modern.
Beragam material digunakan dalam koleksi ini, mulai dari kain natural, knitwear, crepe, velvet, hingga taffeta. Tekstil tailoring khas Inggris juga dihadirkan untuk menciptakan keseimbangan antara kelembutan material dengan presisi arsitektural pada potongan busana.
Permainan volume menjadi salah satu kekuatan utama koleksi 110 dB. Beberapa tampilan tampil sculptural dengan bentuk tegas, sementara lainnya hadir lebih panjang dan ramping, membiarkan tekstur kain menjadi pusat perhatian.
Dari sisi warna, koleksi ini bergerak di antara nuansa intens seperti cherry red, garnet, dark gray, dan hitam yang memberi kesan dramatis. Warna-warna tersebut kemudian diseimbangkan dengan sentuhan pale pink, beige, dan ivory yang lebih lembut dan elegan.
Lewat 110 dB, eksplorasi mode tidak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga bagaimana suara, emosi, dan gerakan dapat diterjemahkan menjadi pengalaman visual yang kuat di atas runway.