Doktif Ungkap Dugaan Manipulasi Stiker Produk Skincare, Sebut Kasus DRL Sudah Naik Penyidikan

Kamis, 07/05/2026
Doktif Ungkap Dugaan Manipulasi Stiker Produk Skincare, Sebut Kasus DRL Sudah Naik Penyidikan
Doktif Bersama Kuasa Hukum

Konten kreator sekaligus pelapor kasus dugaan skincare bermasalah, Doktif, kembali angkat bicara usai menjalani agenda di Polres Jakarta Selatan pada Kamis (7/5). Dalam keterangannya kepada awak media, Doktif menyinggung perkembangan laporan terhadap DRL yang disebut telah memasuki tahap penyidikan.

Saat ditanya mengenai agenda pertemuan yang berlangsung, Doktif mengaku tidak mengetahui detail pembahasannya dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada pihak berwenang.

“Produk silakan aja dilaporkan. Silakan aja,” ujar Doktif singkat kepada wartawan.

Doktif juga menanggapi soal laporan dari pihak DRL terhadap dirinya. Ia menyebut proses hukum masih berjalan dan kini memasuki tahap lanjutan.

“Kita lihat aja perkembangannya. Kita kan P19 ya, tahu ya P19. Dan laporannya Doktif ke DRL juga sudah naik sidik,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa kuasa hukum pihak terkait juga sempat mendatangi Polda Metro Jaya untuk melakukan pendampingan pemeriksaan atas laporan yang dibuat oleh Doktif.

“Kemarin lawyernya datang ke Polda Metro Jaya untuk pendampingan atas pemeriksaan dari laporannya Doktif. Tapi mungkin itu ditutupi juga,” ujarnya.

Menurut Doktif, proses penyelidikan yang seharusnya selesai pada 5 Mei kini diperpanjang selama 30 hari karena masih ada sejumlah berkas yang perlu dilengkapi.

“Doktif berharap selanjutnya akan ada pemeriksaan terhadap saudara Dre dan keluarganya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Doktif juga menyoroti dugaan pencetakan stiker produk skincare yang menurutnya janggal. Ia mengaku telah menyerahkan bukti terkait percetakan stiker kepada penyidik.

“Doktif sudah memberikan bukti percetakan stiker, di mana sebenarnya percetakan stiker itu harus dilakukan oleh pabrik maklon langsung, tapi ini dicetak sendiri,” jelasnya.

Ia mempertanyakan siapa pihak yang memerintahkan pencetakan stiker tersebut karena diduga digunakan untuk menutupi identitas produk skincare yang disebut memiliki kesamaan dengan produk lain.

“Nah itu siapa yang nyuruh percetakan stiker? Karena akhirnya membuat produk Skin sama seperti produk yang dijual oleh DRG,” kata Doktif.

Ia pun meminta agar pihak percetakan stiker turut diperiksa untuk memperjelas dugaan yang tengah diselidiki aparat kepolisian.

Tags

Terkini