CIREBON – Antusiasme tinggi mewarnai Audisi Offline D’Academy 8 yang digelar di Stadion Watubelah, Minggu (3/5). Sejak pagi hari, ribuan peserta memadati lokasi audisi, datang dari berbagai daerah seperti Cirebon, Brebes, Kuningan, hingga Sumedang.
Tak hanya dari wilayah sekitar, sejumlah peserta bahkan rela menempuh perjalanan berjam-jam hingga berhari-hari demi mengejar mimpi menjadi bintang dangdut masa depan. Semangat dan harapan besar terlihat dari wajah para peserta yang sabar mengantre untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Salah satu juri, Melly Lee, memberikan pesan penting kepada para peserta agar tidak hanya mengandalkan suara, tetapi juga kesiapan mental. Ia menekankan bahwa niat yang kuat, kualitas vokal, serta penguasaan lagu dangdut menjadi kunci utama untuk bisa bersaing di industri hiburan.
“Selain suara emas, mental yang kuat juga wajib dimiliki. Ini penting agar siap berkarier di dunia hiburan,” ujarnya di sela-sela audisi.
Sementara itu, April yang merupakan Juara 3 D’Academy 7 dan kebanggaan Cirebon, hadir sebagai bintang tamu. Ia turut membagikan pengalaman kepada para peserta, terutama soal pentingnya memperbanyak penguasaan lagu.
“Persiapkan lagu sebanyak mungkin, itu penting banget untuk penyanyi dangdut,” kata April memberi motivasi.
Kisah perjuangan juga datang dari Dandi, peserta asal Musi Rawa, Sumatra Selatan, yang rela menempuh perjalanan selama dua hari dua malam demi mengikuti audisi di Cirebon. Ia mengaku sebelumnya tak sempat mengikuti audisi di daerah asalnya karena kesibukan kuliah.
“Saya ingin sekali membanggakan orang tua dan sukses seperti bintang-bintang D’Academy sebelumnya,” ujar Dandi penuh harap.
Audisi D’Academy 8 di Cirebon menjadi bukti bahwa ajang pencarian bakat dangdut ini masih menjadi magnet besar bagi generasi muda Indonesia. Dengan persaingan ketat dan talenta yang terus bermunculan, publik kini menantikan siapa yang akan menjadi bintang dangdut berikutnya dari panggung bergengsi ini.