Citraselebriti – Para pemain sinetron Lautan Cinta SCTV, yakni Abidzar Al-Ghifari, Ratu Rafa, Cinta Brian, dan Chantiq Schagerl, berbagi cerita mengenai pengalaman mereka selama proses syuting dalam sesi wawancara virtual melalui Zoom.
Dalam kesempatan tersebut, suasana hangat dan penuh canda terlihat di antara para pemain. Mereka mengaku chemistry yang terjalin di lokasi syuting tidak hanya terjadi saat kamera menyala, tetapi juga terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari.
Abidzar menilai karakter orang tua dalam Lautan Cinta memiliki warna yang berbeda. Menurutnya, karakter ayah yang diperankan dengan sosok santai dan mudah berbaur menjadi kontras dengan karakter ibu yang digambarkan lebih tegas serta memiliki prinsip kuat dalam mendidik anak-anaknya.
Sementara itu, Cinta Brian mengungkapkan tantangan terbesar dalam memerankan karakter yang tumbuh di tengah keluarga penuh kehilangan adalah menjaga emosi agar trauma yang dimiliki tokohnya tidak selalu muncul di setiap adegan.
“Yang paling menantang adalah bagaimana caranya supaya rasa traumanya tidak terus keluar. Tapi suasana di lokasi syuting membuat kami cepat bangkit karena teman-teman selalu membuat tertawa,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan para pemain muda yang saling memberikan dukungan ketika harus menjalani adegan emosional. Menurut Cinta, persahabatan yang terjalin di lokasi syuting terasa sangat tulus hingga terbawa ke luar pekerjaan.
Meski kerap bercanda di balik layar, para pemain tetap menjaga profesionalisme. Mereka mengaku proses menghafal dialog dan mempersiapkan adegan dilakukan dengan serius sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar, termasuk saat menjalani adegan-adegan berat pada episode-episode awal.
Ketika ditanya mengenai pengalaman bekerja bersama para aktor senior, Abidzar mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga, terutama soal disiplin dan profesionalisme.
Menurutnya, para pemain senior selalu datang lebih awal sebelum jadwal syuting dimulai serta terbuka untuk berdiskusi mengenai adegan, bahkan ketika adegan tersebut bukan milik mereka.
“Mereka tidak pelit ilmu. Kalau kami mengalami kesulitan, mereka langsung membantu dan memberikan masukan,” kata Abidzar.
Hal senada disampaikan Chantiq Schagerl. Ia mengatakan para pemain senior justru sangat terbuka terhadap pemain muda sehingga proses diskusi berlangsung nyaman tanpa adanya jarak.
Menutup sesi wawancara, Abidzar berharap Lautan Cinta dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia juga berharap sinetron tersebut tidak hanya menghibur, tetapi mampu menghadirkan pesan-pesan positif yang dapat dipetik oleh para penonton, sementara hal-hal yang kurang baik cukup dijadikan pelajaran.