Yunjin LE SSERAFIM Ungkap Perjalanan Penuh Tantangan Menuju Debut, Nyaris Tinggalkan Dunia K-Pop

Sabtu, 27/06/2026
Yunjin LE SSERAFIM Ungkap Perjalanan Penuh Tantangan Menuju Debut, Nyaris Tinggalkan Dunia K-Pop
Anggota LE SSERAFIM, Huh Yunjin,

Citraselebriti – Anggota LE SSERAFIM, Huh Yunjin, membagikan kisah panjang perjalanannya menjadi idol K-Pop dalam wawancara di podcast Up Next bersama Variety. Penyanyi kelahiran Seoul itu mengungkapkan bahwa dirinya hampir menyerah mengejar impian sebelum akhirnya menerima panggilan yang mengubah hidupnya.

Yunjin menceritakan bahwa ia lahir di Seoul, Korea Selatan, namun pindah ke Amerika Serikat saat masih berusia delapan bulan. Ia menghabiskan masa kecilnya di Wisconsin dan New York, di mana kecintaannya pada dunia seni mulai tumbuh melalui menulis cerita, melukis, hingga bermusik.

Sejak kecil, Yunjin telah mempelajari biola dan piano, kemudian belajar bermain gitar dan ukulele secara otodidak melalui video YouTube. Lagu pertama yang ia pelajari di gitar adalah Fifteen milik Taylor Swift.

Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarganya, termasuk sang nenek yang gemar bernyanyi dan aktif mengikuti berbagai paduan suara. Menurut Yunjin, sang nenek menjadi salah satu sosok yang menginspirasinya untuk mencintai dunia musik sejak dini.

Ketertarikannya terhadap K-Pop muncul ketika menyadari bahwa genre tersebut memadukan musik, koreografi, visual, dan konsep cerita dalam satu kesatuan. Momen penting lainnya datang saat menyaksikan BTS tampil di ajang American Music Awards, yang membuatnya yakin bahwa ia juga ingin menceritakan kisahnya melalui musik.

Sebelum menjadi idol, Yunjin mengaku merupakan penggemar berat berbagai musisi dan budaya pop. Ia bahkan pernah mengelola sejumlah akun penggemar di media sosial yang didedikasikan untuk Taylor Swift, BTS, hingga serial My Little Pony.

Pada usia 15 hingga 16 tahun, Yunjin pindah seorang diri ke Korea Selatan untuk menjalani masa pelatihan sebagai trainee. Namun perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Setelah bertahun-tahun mengikuti audisi dan berlatih di beberapa agensi, ia mulai kehilangan keyakinan terhadap mimpinya.

“Saya sempat berpikir mungkin saya bisa menjalani kehidupan yang berbeda,” ungkap Yunjin.

Ia pun kembali ke Amerika Serikat, mendaftar ke berbagai universitas, bahkan telah membayar biaya pendaftaran di salah satu kampus pilihannya. Namun sehari setelah itu, ia menerima telepon dari agensi yang menawarkannya bergabung dengan LE SSERAFIM.

Yunjin menyebut panggilan tersebut sebagai titik balik terbesar dalam hidupnya.

“Rasanya seperti bintang-bintang sedang menunjukkan jalan yang harus saya pilih,” katanya.

Sebelum debut, Yunjin juga sempat mengikuti program survival Produce 48. Meski gagal melaju hingga akhir kompetisi, pengalaman tersebut mempertemukannya dengan beberapa anggota yang kelak menjadi rekan satu grup, termasuk Kim Chaewon.

Ia mengakui masa trainee merupakan periode yang sangat berat. Selain menjalani latihan vokal dan tari yang intensif, para trainee juga harus mempelajari bahasa asing serta menghadapi tekanan kompetisi.

“Saya jelas bukan penari yang hebat saat pertama kali memulai. Guru tari pertama saya bahkan menjuluki saya ‘Jerapah’ karena gerakan saya seperti bayi jerapah yang baru belajar berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, latihan bertahun-tahun membuat kemampuannya berkembang hingga akhirnya berhasil debut bersama LE SSERAFIM pada 2022.

Yunjin juga menyoroti kedekatan para anggota LE SSERAFIM yang menurutnya terbangun karena masing-masing datang dari latar belakang berbeda. Ia menggambarkan grup tersebut seperti “lima aliran sungai dari gunung yang berbeda yang akhirnya bertemu menjadi satu danau.”

Selain aktif sebagai penyanyi, Yunjin dikenal terlibat dalam proses penulisan lagu grupnya. Ia mengatakan album terbaru LE SSERAFIM lahir dari percakapan mendalam antaranggota mengenai pengalaman pribadi mereka, yang kemudian berkembang menjadi konsep album secara keseluruhan.

Dalam wawancara tersebut, Yunjin juga mengungkapkan persahabatannya dengan grup global KATSEYE. Ia mengaku dekat dengan Sophia dan Laura, serta rutin meluangkan waktu untuk berkumpul ketika berada di Los Angeles maupun Korea Selatan.

Menjelang tur dunia terbaru LE SSERAFIM, Yunjin mengaku antusias kembali bertemu para penggemar di Amerika Serikat dan Eropa. Ia juga mengenang momen emosional saat mendengar ribuan penggemar internasional menyanyikan lirik berbahasa Korea dalam lagu-lagu mereka.

“Bisa menyanyikan lagu dalam bahasa saya sendiri dan melihat para penggemar ikut menyanyikan seluruh liriknya adalah pengalaman yang sangat luar biasa,” tutup Yunjin.

Tags

Terkini