Citraselebriti– Pesulap sekaligus pengusaha Limbad menegaskan bahwa keputusannya membangun layanan perjalanan umroh bukan semata-mata didorong oleh kepentingan bisnis. Menurutnya, kehadiran Limbad Tour Umroh lebih diarahkan sebagai sarana ibadah dan ladang amal untuk membantu masyarakat yang ingin menunaikan umroh, khususnya mereka yang mengalami kendala biaya maupun persyaratan administrasi.
“Umroh bukan pilihan untuk bisnis, melainkan sebagian kita bantu buat ladang amal. Cari rezeki ada di bisnis-bisnis saya yang tergabung di LIMBAD GROUP, seperti properti dan usaha lainnya,” ujar Limbad.
Ia menjelaskan, sebelum terjun mengelola usaha travel umroh, putranya, Muhammad Mahardhika, terlebih dahulu mempelajari berbagai risiko dan tantangan dalam industri perjalanan ibadah.
“Sebelum terjun di travel umroh, anak saya Muhammad Mahardhika mempelajari dulu risiko-risiko dan efek terpahitnya, bukan mempelajari keuntungannya,” katanya.
Limbad berpandangan bahwa bisnis umroh yang hanya berorientasi pada keuntungan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Biasanya kalau punya niat bisnis umroh hanya untuk keuntungan, ke depan pasti bermasalah. Yang dicari seharusnya bukan nafsu keuntungan, tetapi amal, sedekah, dan membantu kesulitan calon jamaah,” tegasnya.
Untuk menjamin kualitas pelayanan, Limbad mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim yang berpengalaman di Madinah dan Makkah, termasuk para muthawif atau pemandu jamaah yang dipilih berdasarkan profesionalisme serta rekam jejak mereka.
“Kami punya orang di Madinah dan Makkah yang sudah dipersiapkan dengan matang, terutama muthawif yang profesional dan berpengalaman,” ungkap Limbad.
Selain itu, kantor Limbad Tour Umroh di Tegal dan Bekasi diisi oleh tenaga kerja yang dinilai amanah, profesional, dan memiliki pengalaman panjang di bidang perjalanan ibadah.
“Kami pastikan kantor travel di Tegal dan Bekasi diisi orang-orang yang amanah dan bisa dipercaya. Semua sudah dipersiapkan, bahkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun agar jamaah merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Limbad juga mengakui bahwa ketepatan waktu keberangkatan terkadang dipengaruhi faktor di luar kendali, seperti gangguan teknis pada bus maupun keterlambatan penerbangan.
“Tidak ada yang bisa memprediksi kalau bus mengalami kendala mesin atau pesawat mengalami delay. Namun kami bekerja semaksimal mungkin agar keterlambatan bisa diminimalkan,” jelasnya.
Meski usia Limbad Tour Umroh masih tergolong baru, Limbad menegaskan bahwa perusahaan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, berpengalaman, dan memiliki jam terbang tinggi di industri travel.
Sebagai bentuk komitmen membantu masyarakat, Limbad mengatakan sebagian keuntungan dari berbagai unit usaha di LIMBAD GROUP disisihkan untuk membantu calon jamaah yang mengalami kesulitan berangkat umroh.
“Pilih travel umroh bukan pilihan bisnis, tetapi lebih memilih ladang amal ibadah. Sebagian rezeki dari LIMBAD GROUP kami sisihkan untuk membantu calon jamaah yang kesulitan. Syaratnya cukup KTP, lalu kami bantu mengarahkan proses pembuatan paspor agar lebih mudah,” tutup Limbad.