Citraselebriti – Film drama keluarga romantis Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026. Disutradarai oleh Ivander Teja Sukmana, film berdurasi 106 menit dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas ini mengangkat kisah cinta lintas generasi yang memperlihatkan bagaimana luka masa lalu dapat memengaruhi kehidupan keluarga hingga puluhan tahun kemudian.
CLBK berpusat pada pasangan muda, Ambar dan Raka, yang tengah mempersiapkan pernikahan impian mereka. Kebahagiaan keduanya mendadak terusik ketika sebuah rahasia keluarga yang telah tersimpan selama 56 tahun terungkap. Masa lalu yang belum selesai antara kakek dan nenek mereka menjadi ancaman besar bagi hubungan yang sedang mereka bangun.
Karakter Ambar, yang diperankan Cyntia Mariska, digambarkan sebagai sosok yang berusaha menjadi penengah ketika konflik antarkeluarga mulai memanas. Namun niat baiknya justru memperkeruh keadaan dan membuat hubungannya dengan Raka ikut berada di ujung tanduk.
Sementara itu, Kifa Iskak memerankan Raka, pemuda yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika kisah lama sang nenek kembali muncul. Ia berusaha mempertahankan cintanya kepada Ambar sambil menghadapi tekanan dan pertentangan dari keluarga besarnya.
Film ini menghadirkan dua alur waktu yang saling berkaitan. Di masa kini, penonton mengikuti perjuangan Ambar dan Raka mempertahankan hubungan mereka. Sedangkan di masa lalu, kisah cinta Abi dan Sita yang kandas pada era 1970-an menjadi akar dari seluruh konflik yang terjadi.
Tokoh Abi versi tua diperankan aktor senior Slamet Rahardjo, sementara Widyawati memerankan Sita. Pertemuan kembali dua mantan kekasih setelah lebih dari lima dekade menjadi salah satu momen emosional yang menentukan arah cerita. Luka lama, penyesalan, dan kesempatan kedua menjadi tema utama yang diangkat melalui perjalanan kedua karakter tersebut.
Versi muda Abi dan Sita dimainkan oleh Yusuf Mahardika dan Gisel Ma Firmansyah, yang membawa penonton kembali ke Bandung tahun 1970-an. Nuansa kota dengan kostum retro, kendaraan klasik, hingga tata artistik bernuansa vintage memperkuat atmosfer nostalgia yang menjadi salah satu daya tarik utama film.
Konflik memuncak ketika rahasia keluarga terbongkar, upaya mediasi Ambar gagal menyatukan kedua keluarga, hingga akhirnya Abi dan Sita kembali dipertemukan secara tak terduga di Bandung. Reuni tersebut membuka kembali luka lama yang selama puluhan tahun belum pernah benar-benar sembuh.
Selain kisah dramatisnya, CLBK juga diperkuat lagu tema “Restu di Langit” yang dibawakan Ian Saibani. Lirik lagu tersebut menggambarkan perjuangan pasangan muda dalam mencari restu keluarga di tengah badai konflik masa lalu.
Pada akhirnya, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya memaafkan, melepaskan luka lama, serta memberikan kesempatan kedua. Melalui pengorbanan Sita yang memilih mengesampingkan egonya demi kebahagiaan sang cucu, CLBK menunjukkan bahwa cinta sejati tidak selalu berarti memiliki, melainkan juga merelakan demi masa depan orang-orang yang dicintai.