Giorgino Abraham Tetap Setia Dukung Belanda, Namun Berharap Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Kamis, 04/06/2026
Giorgino Abraham Tetap Setia Dukung Belanda, Namun Berharap Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Giorgino Abraham

Jakarta-Aktor Giorgino Abraham mengungkapkan kecintaannya terhadap Timnas Belanda yang telah tumbuh sejak kecil. Meski demikian, menjelang Piala Dunia 2026, Giorgino mengaku mulai pesimistis terhadap peluang De Oranje dan diam-diam berharap Portugal bisa keluar sebagai juara demi melihat Cristiano Ronaldo meraih trofi Piala Dunia yang selama ini belum pernah diraihnya.

Dalam sebuah wawancara, Giorgino mengatakan bahwa dukungannya kepada Belanda memiliki alasan yang sangat personal. Ia mengaku lahir di Belanda dan tumbuh di lingkungan keluarga yang sejak lama mendukung tim berjuluk De Oranje tersebut.

“Saya selalu jagoin Belanda sebenarnya. Saya lahir di Belanda dan keluarga juga dari kecil sudah support Belanda. Apalagi keluarga dari papa yang berasal dari Manado, jadi memang sudah mengalir dari kecil,” ujarnya.

Meski loyal kepada Belanda, Giorgino mengakui dirinya cukup pesimistis melihat perjalanan tim tersebut di turnamen besar. Menurutnya, Belanda sering kali tampil menjanjikan tetapi gagal meraih gelar juara.

“Saya agak pesimis sama Belanda. Mereka hampir terus, tapi enggak pernah juara,” katanya.

Untuk Piala Dunia 2026, selain mendukung Belanda, Giorgino juga memberikan dukungannya kepada Timnas Portugal. Alasannya sederhana, ia ingin menyaksikan salah satu pesepak bola terbaik dunia, Cristiano Ronaldo, mengangkat trofi Piala Dunia sebelum mengakhiri kariernya.

“Saya jagoin Portugal karena pengin banget Cristiano Ronaldo ngangkat piala. Kalau sampai dia bisa juara dunia, saya bisa menangis,” ungkapnya.

Saat membahas peluang Belanda di Piala Dunia mendatang, Giorgino menilai komposisi pemain yang dimiliki sebenarnya cukup kompetitif. Namun, menurutnya ada satu masalah yang kerap menghambat performa tim tersebut.

Ia menyoroti tingginya rasa percaya diri para pemain Belanda yang terkadang berubah menjadi sikap terlalu percaya diri atau bahkan terkesan sombong. Menurutnya, hal itu bisa menjadi bumerang ketika menghadapi tekanan di turnamen besar.

“Menurut aku Belanda selalu punya problem. Mereka punya percaya diri dan kesombongan yang tinggi. Itu membahayakan sebuah tim,” tuturnya.

Kenangan paling membekas bagi Giorgino sebagai pendukung Belanda adalah saat final Piala Dunia 2010 ketika Belanda harus mengakui keunggulan Spanyol. Kekalahan tersebut masih meninggalkan rasa kecewa hingga kini.

“Saya sedih banget waktu Belanda kalah sama Spanyol di final. Susah untuk sampai ke final bagi Belanda. Kalau Brasil, Argentina, Jerman, atau Prancis sering sampai sana, Belanda itu selalu hampir terus, tapi enggak pernah jadi juara,” kenangnya.

Sebagai penggemar Belanda, Giorgino ternyata tidak memiliki kebiasaan mengoleksi merchandise mahal. Namun, ia mengaku pernah mendapatkan hadiah spesial dari keluarganya yang tinggal di Rotterdam berupa jersey klasik Timnas Belanda.

“Saya enggak suka yang mahal-mahal. Tapi pernah dikasih keluarga di Rotterdam baju klasik Belanda. Sampai sekarang masih saya simpan,” katanya.

Meski mulai meragukan peluang Belanda untuk mengangkat trofi pada Piala Dunia 2026, kecintaan Giorgino terhadap De Oranje tampaknya tidak akan berubah. Namun untuk kali ini, ia berharap kisah indah bisa menjadi milik Portugal dan Cristiano Ronaldo di panggung sepak bola terbesar dunia.

Tags

Terkini