Putaran perdana KTM RCR Cup di Sirkuit Almeria berlangsung penuh drama, ketegangan, dan aksi balap intens. Seorang pembalap peserta seri tersebut membagikan pengalaman emosionalnya selama akhir pekan balapan pertama, mulai dari sesi latihan, perubahan cuaca ekstrem, hingga duel sengit di race day yang berujung finis di posisi kelima secara keseluruhan.
Sejak tiba di Almeria, pembalap mengaku langsung jatuh hati dengan performa motor KTM yang digunakannya. Kondisi lintasan yang dingin, berangin, dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan besar, terutama bagi para rider internasional yang baru pertama kali menjajal sirkuit tersebut.
“Motor ini luar biasa. Feeling-nya sangat bagus dan saya sangat menikmati setiap tikungan,” ungkapnya saat menjalani sesi latihan awal.
Dalam seri KTM RCR Cup, peserta dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas track bike dan road bike. Menariknya, hanya ada dua pembalap yang turun di kategori road bike, membuat persaingan terasa unik namun tetap kompetitif.
Pada hari pertama latihan, pembalap sempat mengalami kendala teknis ketika sistem elektronik motor mendadak bermasalah akibat kombinasi wheelie, traction control, dan sensor IMU. Beruntung, tim teknis KTM segera melakukan pengecekan ECU dan reset sistem sehingga motor bisa kembali digunakan.
Cuaca yang berubah-ubah menjadi ujian tersendiri sepanjang akhir pekan. Hujan sempat turun deras, memaksa para pembalap berkali-kali mengganti ban dari slick ke wet tire. Situasi ini membuat strategi penggunaan ban menjadi sangat penting karena setiap pembalap hanya diperbolehkan memakai dua set ban selama satu akhir pekan balapan.
Meski sempat tampil impresif dan berada di posisi ketiga pada sesi practice, performa motor berubah drastis saat kualifikasi. Setelah investigasi, ditemukan spacer roda depan ternyata tidak terpasang sempurna sehingga handling motor terasa tidak stabil dan sangat bergoyang di lintasan.
“Saya merasa seperti mengendarai motor yang berbeda. Ternyata ada komponen spacer yang tidak terpasang dengan benar,” jelasnya.
Akibat masalah tersebut, ia harus puas start dari posisi kedelapan di grid. Namun segalanya berubah saat balapan utama dimulai.
Start yang apik membuatnya langsung merangsek ke barisan depan dan bertarung di grup utama. Namun drama besar terjadi di tikungan keempat ketika salah satu pembalap mengalami masalah mekanis dan kehilangan tenaga. Insiden itu memaksa sang rider keluar lintasan dan nyaris terjatuh.
“Saya benar-benar mengira bakal jatuh dan balapan selesai saat itu juga,” katanya.
Hebatnya, ia berhasil menjaga motor tetap tegak dan kembali melanjutkan balapan. Dengan determinasi tinggi, ia mulai menyalip satu per satu rivalnya secara aman dan agresif.
Memasuki lap terakhir, kecepatannya meningkat drastis hingga mencatat fastest lap terbaik sepanjang akhir pekan balapan. Duel sengit terjadi saat ia berhasil menyalip dua pembalap di lap penentuan, termasuk mengalahkan rival dekatnya Chad dalam manuver pengereman yang dramatis.
Usai balapan penuh adrenalin tersebut, ia akhirnya finis di posisi kelima overall dan menjadi juara pertama di kelas road bike.
“Balapan ini benar-benar brutal dan intens. Semua motor sama persis, jadi pertarungannya sangat ketat. Tapi saya senang bisa bangkit dan finis dengan hasil bagus,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kru KTM, sponsor, dan sesama pembalap yang telah mendukung jalannya seri pembuka ini. Putaran kedua dijadwalkan berlangsung keesokan harinya dengan tantangan baru yang tidak kalah berat.