WASHINGTON — Donald Trump menyampaikan sejumlah pernyataan terkait konflik global, hubungan internasional, hingga kondisi ekonomi Amerika Serikat dalam sesi tanya jawab bersama awak media.
Dalam kesempatan tersebut, Trump mengungkap optimismenya terhadap peluang perpanjangan gencatan senjata sementara dalam perang Rusia-Ukraina. Ia menyebut penghentian konflik menjadi hal penting mengingat besarnya jumlah korban jiwa yang terus berjatuhan setiap bulan.
“Saya ingin perang Rusia-Ukraina berhenti. Itu hal terburuk sejak Perang Dunia II dalam hal korban jiwa,” ujar Trump.
Trump mengklaim dirinya meminta langsung Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyepakati gencatan senjata sementara selama tiga hari. Menurutnya, kedua pemimpin tersebut menerima usulan itu dengan baik.
Selain gencatan senjata, Trump juga menyebut Rusia dan Ukraina sepakat melakukan pertukaran masing-masing 1.000 tahanan dalam waktu dekat.
“Itu perkembangan yang sangat baik,” katanya.
Trump juga membuka kemungkinan pengiriman tim negosiasi Amerika Serikat ke Moskow apabila langkah tersebut dinilai dapat membantu mengakhiri perang. Ia menegaskan ingin melihat konflik berkepanjangan itu segera berakhir.
Di sisi lain, Trump turut menyinggung hubungan Amerika Serikat dengan Poland. Ia mengatakan opsi pemindahan pasukan AS dari Jerman ke negara-negara Eropa Timur, termasuk Polandia, masih mungkin dilakukan.
Menurut Trump, hubungan Washington dan Warsawa saat ini berjalan sangat baik. Ia bahkan memuji Presiden Polandia sebagai sosok “petarung hebat”.
Dalam isu Timur Tengah, Trump mengaku terus memantau perkembangan situasi Iran. Ia menyatakan pemerintahannya masih menunggu respons Iran terhadap proposal yang diajukan Amerika Serikat.
Trump juga mengomentari perkembangan politik di Iraq dengan menyebut pemilihan pemimpin baru di negara tersebut sebagai “kemenangan besar”. Ia berharap hubungan antara pemerintah federal Irak, kawasan Kurdistan, dan Amerika Serikat dapat berjalan lebih erat demi mengurangi pengaruh kelompok milisi di kawasan tersebut.
Selain isu geopolitik, Trump memuji kondisi ekonomi Amerika Serikat yang menurutnya sedang berada dalam performa sangat baik. Ia menyoroti rekor pasar saham, peningkatan dana pensiun 401(k), dan tingginya angka tenaga kerja aktif.
“Kita punya lebih banyak orang bekerja dibanding sebelumnya. Angka pekerjaan sangat luar biasa,” ujarnya.
Trump juga menanggapi isu kesehatan terkait virus hantavirus. Ia memastikan pemerintah AS terus melakukan pemantauan ketat, namun menyebut virus tersebut tidak mudah menular dan telah lama dipahami para ahli kesehatan.
Dalam sesi yang sama, Trump mengatakan pemerintahannya masih mengkaji berbagai laporan terkait konflik regional dan kemungkinan langkah diplomatik lanjutan untuk menjaga stabilitas global.