Taipei — Pemerintah Taiwan menegaskan komitmennya untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Israel dalam berbagai bidang strategis, mulai dari pertahanan sipil hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI). Hal ini disampaikan dalam pertemuan resmi dengan delegasi parlemen Israel di Istana Kepresidenan.
Dalam sambutannya, pihak Taiwan menyampaikan apresiasi atas dukungan kuat Israel terhadap partisipasi internasional Taiwan. Dukungan tersebut, termasuk inisiatif lintas partai di parlemen Israel, dinilai sebagai bentuk solidaritas nyata dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi global.
Meski secara geografis berjauhan, Taiwan dan Israel disebut memiliki kesamaan mendasar, yakni menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan, serta menghadapi dinamika kawasan yang kompleks. Dalam konteks meningkatnya tekanan dari kekuatan otoriter, Taiwan menilai pentingnya memperkuat kemampuan pertahanan diri dan ketahanan masyarakat guna menjaga stabilitas serta keberlangsungan sistem demokrasi.
Taiwan juga menyoroti keunggulan Israel dalam bidang mobilisasi pertahanan sipil, respons darurat, dan penanganan medis di situasi konflik. Pengalaman tersebut dianggap relevan sebagai referensi dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional Taiwan.
Kerja sama kedua negara turut diperluas melalui platform internasional seperti Global Cooperation and Training Framework (GCTF), yang mencakup isu-isu strategis seperti pengembangan digital, penanggulangan kejahatan lintas negara, pembangunan berkelanjutan, dan ketahanan sistem kesehatan.
Selain itu, kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman terkait kerja sama kekayaan intelektual serta program “Patent Prosecution Highway”. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempercepat proses paten dan memperkuat kolaborasi teknologi antara perusahaan di kedua negara.
Israel, yang dikenal sebagai “Startup Nation”, memiliki kekuatan besar dalam riset AI dan pengembangan perangkat lunak. Sementara itu, Taiwan tengah mendorong program “AI New Ten Major Projects” sebagai bagian dari visinya menjadi “pulau kecerdasan buatan”. Sinergi ini diyakini mampu meningkatkan ketahanan rantai pasok global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menutup pernyataannya, Taiwan menyampaikan harapan agar hubungan dengan Israel semakin erat melalui peningkatan frekuensi pertukaran dan kerja sama lintas sektor. Kedua negara berkomitmen untuk terus menjaga nilai demokrasi serta berkontribusi bagi stabilitas dan kemakmuran global.