Jakarta — Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap dugaan penipuan dalam kerja sama bisnis produksi mukena yang melibatkan kliennya dengan pihak berinisial Philippus melalui sebuah perusahaan yang disebut PT Vent Fentini Portuna Indo.
Menurut Minola, Ruben Onsu baru menyadari adanya kejanggalan setelah dana dalam jumlah besar yang telah ditransfer tidak menghasilkan produksi sesuai perjanjian kerja sama.
“Ruben baru sadar sekarang. Dari awal dia merasa ini kerja sama bisnis biasa, tetapi kemudian muncul pertanyaan kenapa ada transfer ke rekening pribadi dengan alasan entertain,” ujar Minola di Jakarta, Selasa (21/4).
Diduga Ada Skema yang Dirancang Sejak Awal
Minola menyebut, berdasarkan penuturan Ruben, terdapat indikasi bahwa skema kerja sama tersebut sejak awal sudah tidak berjalan normal dan patut diduga mengarah pada penipuan.
“Kalau melihat situasinya, ada dugaan skema yang memang sudah disiapkan sejak awal,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, disebutkan adanya kesepakatan produksi mukena dengan nilai mencapai sekitar Rp5,5 miliar. Namun, dana yang telah ditransfer tidak digunakan untuk proses produksi sebagaimana mestinya.
“Uang tidak diturunkan ke pabrik untuk produksi. Seandainya itu dilakukan, setidaknya ada barang yang dihasilkan sesuai nilai dana yang diberikan,” jelas Minola.
Belum Ada Laporan Polisi, Utamakan Restorative Justice
Meski dugaan kerugian sudah terjadi, pihak Ruben Onsu belum langsung membawa kasus ini ke ranah hukum. Minola menjelaskan bahwa langkah awal yang diambil adalah membuka ruang komunikasi dengan pihak terlapor.
“Ini baru langkah awal. Ruben masih berharap ada itikad baik dari pihak sana untuk menyelesaikan masalah ini tanpa harus melalui jalur hukum,” ujarnya.
Menurut Minola, pendekatan restorative justice masih menjadi pertimbangan, dengan harapan pihak yang diduga terlibat dapat menghubungi dan menyelesaikan permasalahan secara langsung.
Diduga Ada Korban Lain
Minola juga menyebut adanya kemungkinan korban lain dalam kasus serupa berdasarkan komentar dan informasi yang muncul di media sosial.
“Ada beberapa orang lain yang mengalami hal yang sama. Ini patut diduga bukan kasus tunggal,” katanya.
Proyek Gagal Jelang Ramadan
Kerja sama produksi mukena tersebut disebut telah direncanakan sekitar tiga bulan sebelum Ramadan, dengan target distribusi menjelang bulan suci. Namun hingga waktu yang ditentukan, produksi tidak pernah terealisasi.
“Harusnya sudah masuk tahap produksi dan pemasaran, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ujar Minola.
Hingga saat ini, pihak yang diduga terlibat belum memberikan tanggapan maupun menghubungi kembali Ruben Onsu maupun kuasa hukumnya.