Ajang FIA Formula 2 Championship di Montreal, Kanada, menghadirkan akhir pekan penuh drama, sejarah baru, dan persaingan ketat menuju kursi Formula One. Para pembalap muda dunia menikmati tantangan pertama mereka di sirkuit legendaris Gilles Villeneuve yang dikenal sempit, bergelombang, dan dekat dengan tembok pembatas.
Sejumlah pembalap mengaku sangat antusias bisa balapan di Kanada untuk pertama kalinya. Mereka menyebut lintasan Montreal sebagai trek ikonik yang selama ini hanya mereka saksikan lewat televisi sejak kecil. Karakter trek yang dipenuhi tikungan chicane dan dinding “Wall of Champions” membuat para pembalap harus tampil sangat presisi.
Pembalap muda Italia, Gabriele Minì, menjadi salah satu sorotan utama sepanjang akhir pekan. Ia mengaku musim ini menjadi kesempatan terakhirnya untuk membuktikan diri layak promosi ke Formula 1. Setelah mengalami musim sulit tahun lalu, Minì tampil jauh lebih matang dan konsisten dalam perebutan gelar juara.
Pada sesi kualifikasi, persaingan berlangsung sangat ketat. Richard Verschoor, Joshua Dürksen, hingga beberapa pembalap muda lainnya silih berganti mencatat waktu terbaik. Namun pole position akhirnya berhasil direbut oleh Laurens van Hoepen dari tim Trident setelah lap dramatis di detik-detik akhir.
Sementara itu, pembalap Meksiko Noel León sukses mencetak sejarah dengan menjadi pembalap Meksiko pertama yang memenangkan balapan Formula 2 di Kanada bersama Campos Racing. Kemenangan tersebut disambut emosional karena sang ibu hadir langsung di sirkuit.
Noel León mengaku seluruh perjuangan panjang dalam karier balapnya langsung terbayar saat melewati garis finis. Ia juga memuji kerja keras tim Campos Racing yang dinilainya tampil luar biasa sepanjang akhir pekan.
Balapan feature race sendiri berlangsung brutal akibat kondisi lintasan yang berubah-ubah. Laurens van Hoepen yang memulai lomba dari pole position harus mengakhiri balapan lebih awal setelah menghantam “Wall of Champions” pada lap kelima. Insiden itu membuka peluang bagi pembalap lain untuk merebut kemenangan.
Di tengah kekacauan balapan, Martinius Stenshorne tampil impresif dan akhirnya meraih kemenangan perdana Formula 2 bersama Rodin Motorsport. Hasil tersebut sekaligus menghadirkan finis satu-dua pertama bagi Rodin Motorsport di Formula 2.
Para pembalap mengakui Formula 2 bukan hanya soal kemampuan mengemudi, tetapi juga persiapan mental, kerja sama dengan insinyur, hingga kemampuan membaca karakter mobil dalam waktu latihan yang sangat singkat. Banyak dari mereka menyebut musim ini sebagai penentuan masa depan menuju Formula 1.
Akhir pekan di Montreal pun dinilai sukses besar. Selain menghadirkan balapan spektakuler, para penggemar juga mendapat kesempatan lebih dekat melihat paddock, mobil, dan calon bintang masa depan Formula 1.
Artikel Terkait
Dale Earnhardt Jr. Ungkap Pesan Terakhir dengan Kyle Busch Sebelum Meninggal Dunia
Joe Jonas Blak-blakan Soal Audisi Gagal: “Saya Masuk dan Langsung Hancur”
Drama dan Sejarah Baru Warnai Seri Formula 2 di Montreal
Meralco Bangkit dan Paksa TNT Kerja Keras di Game 4 Semifinal PBA