Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penyelenggaraan ajang pertarungan UFC terbesar yang akan digelar di halaman depan White House pada 14 Juni mendatang. Acara itu disebut akan menghadirkan para petarung terbaik dunia dan terbuka gratis untuk masyarakat.
Dalam pertemuan bersama sejumlah bintang UFC di Oval Office, Trump menyebut para petarung yang hadir sebagai “pejuang sejati” dan orang-orang paling tangguh di dunia olahraga.
“Tidak ada orang yang lebih tangguh di dunia olahraga dibanding orang-orang di belakang saya ini,” ujar Trump.
Acara tersebut rencananya akan menghadirkan sekitar 4.000 kursi di area depan Gedung Putih, sementara puluhan ribu warga diperkirakan bisa menyaksikan pertarungan melalui layar raksasa yang dipasang di taman sekitar kawasan tersebut. Trump menyebut acara ini akan menjadi “pertunjukan terbesar di dunia”.
Presiden UFC Dana White turut hadir dan mendapat pujian dari Trump atas keberhasilannya membawa UFC menjadi olahraga arus utama dunia. Trump mengungkap dirinya termasuk salah satu tokoh awal yang memberi ruang bagi UFC ketika olahraga itu masih dianggap terlalu brutal dan sulit mendapatkan arena pertandingan.
“Dulu mereka tidak bisa mendapatkan arena karena dianggap terlalu keras. Saya memberi mereka kesempatan untuk menggelar beberapa pertarungan pertama,” kata Trump.
Sejumlah petarung elite dunia hadir dalam acara tersebut, termasuk Alex Pereira, Ilia Topuria, dan Justin Gaethje. Mereka menyampaikan rasa bangga bisa tampil dalam ajang bersejarah di Gedung Putih.
Justin Gaethje menyebut dukungan Trump terhadap UFC sejak era awal membuat olahraga itu berkembang pesat hingga menjadi fenomena global saat ini.
“Kalau bukan karena Presiden Trump, mungkin UFC tertinggal 20 tahun,” ujar Gaethje.
Sementara itu, manajer MMA terkenal Ali Abdelaziz bahkan menyebut acara ini berpotensi menjadi event olahraga paling banyak ditonton di dunia.
Selain membahas UFC, Trump juga menyinggung situasi geopolitik dunia, termasuk hubungan dengan Iran. Ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan mengklaim pembicaraan terbaru berjalan positif.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana,” tegas Trump.
Trump menutup acara dengan menyebut pertarungan UFC di Gedung Putih akan menjadi salah satu event terbesar sepanjang sejarah kepresidenan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Doktif Sebut Isu Pencabutan Sertifikat Mualaf sebagai Pengalihan Isu Kasus DRL
Doktif Laporkan Miss Gosip ke Polisi, Singgung Dugaan Fitnah dan Produk Skincare Ilegal
Che’Nelle Rilis “Sense of Wonder”, Lagu Penuh Harapan tentang Keindahan Hidup
Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Picu Kekhawatiran di Kepulauan Canary