Sebuah kapal pesiar dilaporkan mengalami dugaan klaster infeksi Hantavirus setelah sejumlah penumpang menunjukkan gejala serius selama pelayaran. Rekaman televisi memperlihatkan orang-orang mengenakan pakaian pelindung memindahkan penumpang dari kapal utama ke kapal kecil untuk proses evakuasi medis.
Hingga kini, tujuh orang dilaporkan diduga terinfeksi hantavirus dan tiga di antaranya telah meninggal dunia. Otoritas kesehatan di Swiss juga mengonfirmasi satu kasus baru pada seorang pria yang sebelumnya berada di kapal pesiar tersebut sebelum kembali ke Swiss pada akhir bulan lalu.
Pasien tersebut kini menjalani perawatan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan reaksi positif terhadap hantavirus.
Sementara itu, pemeriksaan laboratorium di South Africa mengidentifikasi virus yang ditemukan sebagai Andes virus, salah satu jenis hantavirus yang dikenal berisiko menyebabkan gejala berat. Virus ini juga pernah dilaporkan dapat menular dari manusia ke manusia.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, kapal pesiar sempat berhenti di Cape Verde guna mengevakuasi penumpang yang mengalami gejala. Pada 6 Mei, proses pemindahan seluruh penumpang bergejala dilaporkan selesai.
Pemerintah Spain kemudian menyatakan bersedia menerima sisa penumpang dan awak kapal. Kapal itu dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Canary Islands, tepatnya ke wilayah dekat Tenerife South Airport.
Kepulauan Canary, khususnya Tenerife, dikenal sebagai destinasi wisata populer Eropa dengan iklim hangat sepanjang tahun. Wilayah itu juga memiliki komunitas warga Jepang, termasuk sekolah bahasa Jepang dan restoran Jepang.
Namun, keputusan menerima kapal tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan warga lokal. Beberapa warga mengaku takut jika situasi berkembang menjadi pandemi baru.
“Kalau sampai seperti pandemi, itu benar-benar mengkhawatirkan,” ujar seorang warga setempat.
Warga lainnya menilai fasilitas kesehatan di pulau tersebut terbatas karena hanya memiliki dua rumah sakit utama.
Meski demikian, pemerintah Spanyol menegaskan situasi masih terkendali dan tidak menimbulkan risiko besar bagi masyarakat maupun aktivitas ekonomi di Kepulauan Canary. Pemerintah menyatakan sistem kesehatan publik telah disiapkan untuk menangani situasi tersebut.
Kementerian Kesehatan Jepang juga menyebut kemungkinan penularan antarmanusia di dalam negeri tergolong rendah apabila ada kasus yang masuk ke Jepang. Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan.
Artikel Terkait
Doktif Laporkan Miss Gosip ke Polisi, Singgung Dugaan Fitnah dan Produk Skincare Ilegal
Che’Nelle Rilis “Sense of Wonder”, Lagu Penuh Harapan tentang Keindahan Hidup
Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Picu Kekhawatiran di Kepulauan Canary
Sara Wijayanto Haru Saat Peluncuran Trailer “Cerita Lila”, Dapat Kejutan Ulang Tahun ke-46