Jakarta- Sutradara Bobby Prasetyo mengungkapkan bahwa film Cerita Lilla akan menghadirkan pengalaman horor yang berbeda dari kebanyakan film seram lainnya. Menurutnya, rasa takut dalam film ini bukan hanya datang dari sosok makhluk halus, tetapi juga dari tragedi keluarga yang mendalam dan emosional.
“Pas dari ceritanya memang rasanya sudah tragis banget, horor banget memang. Jadi ketakutannya bukan hanya berasal dari setan aja, tapi ada tragedi keluarga yang sangat besar. Dan mungkin itu justru lebih horor karena kita enggak bisa escape dari tragedi itu,” ujar Bobby saat peluncuran trailer dan poster film di Kota Kasablanka, Rabu (6/5).
Bobby mengatakan proses diskusi bersama para pemain lebih banyak difokuskan untuk menyamakan visi mengenai arah cerita dan jenis horor yang ingin dibangun dalam film tersebut. Ia meyakini penonton akan mendapatkan pengalaman baru ketika menyaksikan film ini nantinya.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga mengaku senang bisa bekerja sama untuk pertama kalinya dengan Sara Wijayanto, rumah produksi MVP Pictures, serta tim dari DMS. Ia menyebut kolaborasi tersebut sudah lama diinginkannya dan akhirnya bisa terwujud sekarang.
“Senang banget akhirnya bisa kolaborasi bareng. Sudah lama pengin juga, tapi baru kesampaian sekarang,” katanya.
Tak hanya membahas proses kreatif, Bobby juga menjelaskan alasannya memilih Guntur Soeharjantosebagai director of photography (DOP) dalam proyek ini. Ia mengaku terkesan dengan hasil visual dari karya-karya Guntur sebelumnya dan merasa memiliki kecocokan visi setelah berdiskusi secara langsung.
“Saya tipikal orang yang harus banyak ngobrol sama tim dan aktor. Jadi salah satu requirement kerja bareng saya biasanya ketemu dulu, ngopi dulu, menyamakan visi. Waktu ngobrol sama Guntur, baru ketahuan memang kita berdua yang harus ngerjain ini,” ungkap Bobby.
Menurutnya, Guntur merupakan salah satu DOP muda yang memiliki semangat besar dalam berkarya. Bobby pun berharap dapat kembali bekerja sama dengannya di proyek-proyek berikutnya.
Film Cerita Lilla diadaptasi dari kisah yang populer melalui konten penelusuran horor dan buku karya Sara Wijayanto. Film ini disebut akan memadukan unsur mistis dengan drama keluarga yang kuat.
Artikel Terkait
Doktif Sebut Isu Pencabutan Sertifikat Mualaf sebagai Pengalihan Isu Kasus DRL
Doktif Laporkan Miss Gosip ke Polisi, Singgung Dugaan Fitnah dan Produk Skincare Ilegal
Che’Nelle Rilis “Sense of Wonder”, Lagu Penuh Harapan tentang Keindahan Hidup
Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Picu Kekhawatiran di Kepulauan Canary