Jakarta- Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru lewat film AIN, yang mengandalkan eksplorasi karakter ekstrem dan penggunaan prostetik intens dalam proses produksinya.
Aktris Fergie Giovanna Brittany mengungkapkan pengalaman berat yang ia jalani selama syuting, terutama saat memerankan karakter Joy yang penuh luka fisik dan batin. Dalam jumpa pers usai prescreening di Epicentrum XXI pada Rabu (29/4), ia menyebut penggunaan prostetik menjadi tantangan terbesar sepanjang kariernya.
“Ini pertama kalinya aku punya screen time sebanyak ini dengan prostetik sebanyak ini. Hampir seluruh wajah ditempel, termasuk topeng Joy yang paling ribet,” ujarnya.
Ia bahkan sempat mengalami kepanikan saat menjalani adegan di dalam air. “Waktu adegan masuk air, airnya masuk ke dalam topeng. Aku sempat panic attack karena walaupun sudah keluar dari air, rasanya masih terjebak di wajah,” katanya.
Selain adegan air, Brittany menyebut adegan fisik seperti perkelahian juga cukup menantang. “Secara teknis sulit karena medannya sempit dan aku harus jaga prostetik jangan sampai lepas. Secara emosional juga berat karena karakter Joy terluka bukan hanya fisik tapi mental,” jelasnya.
Kondisi penggunaan prostetik juga membuat aktivitas sehari-hari di lokasi syuting menjadi terbatas. Ia mengaku kesulitan makan karena bagian mulut topeng yang sangat sempit. “Aku cuma bisa makan makanan cair seperti jus atau smoothies. Bahkan kadang makanan masuk ke dalam topeng, bukan ke mulut,” ungkapnya sambil tertawa.
Tak hanya itu, proses pelepasan prostetik juga cukup ekstrem. Brittany menjelaskan bahwa tim menggunakan cairan khusus dengan kandungan alkohol tinggi. “Setiap hari seperti peeling wajah. Setelah itu harus langsung skincare khusus kulit sensitif,” katanya.
Film AIN juga menarik perhatian karena penggunaan elemen realistis, termasuk adegan dengan belatung. Brittany memastikan bahwa proses tersebut dilakukan dengan aman. “Ada yang asli, ada yang properti. Tapi semuanya diperlakukan dengan baik. Cuma kita yang deg-degan,” ujarnya.
Ia mengaku harus menahan rasa tidak nyaman saat pengambilan gambar berlangsung. “Aku bisa merasakan mereka bergerak, tapi ya sudah, dijalani saja supaya tidak banyak take ulang,” katanya.
Di balik tantangan tersebut, Brittany melihat pengalaman ini sebagai pembelajaran penting dalam kariernya. Ia juga menyoroti pesan moral dari film tersebut, terutama soal bagaimana seseorang menyikapi ketenaran dan persepsi publik.
“Yang bisa kita kontrol itu diri kita sendiri. Iman dan cara kita menyikapi sesuatu. Karena kita tidak bisa mengontrol bagaimana orang melihat kita,” tuturnya.
Film AIN digadang-gadang menjadi salah satu film horor psikologis yang menawarkan pendekatan berbeda, dengan perpaduan efek visual realistis dan pendalaman karakter yang kuat.
Artikel Terkait
Fergie Giovanna Brittany Ungkap Tantangan Ekstrem Prostetik di Film AIN, Sempat Alami Panic Attack Saat Syuting
Kunjungan Kenegaraan Raja Charles III ke AS Disorot, Isu Politik hingga Pangeran Harry Jadi Perhatian
Film Body Horror Indonesia Angkat Fenomena ‘Ain’, Sutradara Andalkan Dua Pemain Utama
Presiden Prabowo Subianto Resmikan Ground Breaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap 2”