Bekasi - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Dalam konferensi pers, jumlah korban tercatat mencapai 106 penumpang, dengan 15 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.
Dari total korban luka, sebanyak 38 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara 53 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Pemerintah berharap seluruh korban yang masih dirawat dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Pembukaan kembali layanan KRL lintas Cikarang–Bekasi Timur akan dilakukan setelah mendapat izin resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Jika clearance sudah keluar, maka siang ini layanan KRL akan mulai dioperasikan kembali secara bertahap,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi.
Saat ini, proses uji coba teknis terus dilakukan, termasuk pengujian rel, sistem persinyalan, serta kelistrikan untuk memastikan keselamatan operasional. Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sebelum layanan kembali dibuka penuh.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya keluarga korban dan para pengguna jasa. Kami tidak akan berkompromi dalam hal keselamatan. Ini adalah prioritas utama kami,” tegas Dirut PT KAI Bobby Rasyidin.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses evakuasi dan penanganan korban, termasuk Basarnas, TNI, Polri, serta sejumlah rumah sakit seperti RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati, hingga RS Hermina dan Siloam.
Untuk pemulihan operasional, jalur kereta jarak jauh dilaporkan sudah dapat dilalui sejak Selasa dini hari dengan pembatasan kecepatan 30 km/jam. Sementara itu, proses evakuasi bangkai gerbong dilakukan secara bertahap setelah proses penyelamatan korban selesai.
KAI juga membuka dua posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama 14 hari ke depan untuk membantu korban dan keluarga.
Selain itu, pemerintah menyoroti persoalan perlintasan sebidang yang dinilai menjadi salah satu faktor risiko tinggi. Dari total sekitar 1.800 perlintasan, akan dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan penutupan perlintasan liar serta pembangunan infrastruktur tambahan seperti flyover dan sistem palang otomatis.
Terkait santunan, pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan penuh, baik dari sisi biaya rumah sakit maupun asuransi melalui Jasa Raharja.
Hingga saat ini, KNKT masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Pemerintah dan KAI menyatakan akan mengikuti seluruh rekomendasi yang nantinya dikeluarkan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Artikel Terkait
Fergie Giovanna Brittany Ungkap Tantangan Ekstrem Prostetik di Film AIN, Sempat Alami Panic Attack Saat Syuting
Kunjungan Kenegaraan Raja Charles III ke AS Disorot, Isu Politik hingga Pangeran Harry Jadi Perhatian
Film Body Horror Indonesia Angkat Fenomena ‘Ain’, Sutradara Andalkan Dua Pemain Utama
Presiden Prabowo Subianto Resmikan Ground Breaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap 2”