Washington D.C. — Kunjungan kenegaraan King Charles III bersama Queen Camilla ke Amerika Serikat berlangsung megah dengan jamuan resmi di Gedung Putih. Acara tersebut dihadiri tokoh penting, mulai dari politisi hingga petinggi teknologi seperti Tim Cook.
Presiden Donald Trump menyambut langsung pasangan kerajaan dengan upacara militer penuh kehormatan di halaman Gedung Putih.
“Ini adalah kehormatan besar bagi kami untuk menyambut Yang Mulia Raja Charles III dan Ratu Camilla,” ujar Trump dalam sambutannya.
Kunjungan ini menjadi sangat bersejarah karena merupakan kunjungan kenegaraan pertama Raja Charles III ke Amerika Serikat sejak naik takhta, sekaligus hanya kunjungan keenam oleh monarki Inggris dalam sejarah hubungan kedua negara.
Namun, kunjungan ini juga berlangsung di tengah ketegangan politik global, termasuk isu perang Iran, NATO, serta dinamika hubungan diplomatik Inggris-AS. Meski begitu, Raja Charles tetap melanjutkan agenda kunjungan.
“Jika ada sosok yang bisa meredakan ketegangan diplomatik, maka itu adalah Raja,” ujar salah satu pengamat kerajaan.
Dalam pidatonya di Kongres AS, King Charles III menegaskan pentingnya hubungan erat kedua negara.
“Perkataan Amerika memiliki bobot, tetapi tindakan bangsa ini jauh lebih berarti,” katanya, yang disambut hingga 10 kali standing ovation.
Kunjungan ini juga menuai pro dan kontra di Inggris. Sebagian publik mempertanyakan waktu kunjungan di tengah konflik global, sementara lainnya menilai ini langkah tepat untuk memperkuat hubungan bilateral jangka panjang.
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada absennya pertemuan antara Raja dengan putranya, Prince Harry, yang kini tinggal di California bersama Meghan Markle.
Sejak mundur dari peran sebagai anggota senior kerajaan pada 2020, hubungan Harry dengan keluarga kerajaan kerap menjadi sorotan, terutama setelah wawancara kontroversial bersama Oprah Winfreyserta memoarnya Spare.
Meski demikian, Harry baru-baru ini menegaskan bahwa dirinya tetap bagian dari keluarga kerajaan.
“Saya akan selalu menjadi bagian dari keluarga kerajaan dan melakukan apa yang memang menjadi panggilan saya,” ujarnya dalam wawancara dengan ITV.
Pengamat menilai tidak adanya pertemuan dalam kunjungan ini sebagai hal wajar.
“Ini adalah kunjungan kenegaraan. Akan terlihat tidak tepat jika diselingi agenda pribadi,” jelas seorang analis kerajaan.
Kunjungan Raja Charles III dijadwalkan berlanjut ke New York dan Virginia sebelum melanjutkan perjalanan ke Bermuda. Pemerintah Inggris berharap kunjungan ini mampu melampaui dinamika politik sesaat dan menegaskan hubungan historis yang kuat antara rakyat Inggris dan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Fergie Giovanna Brittany Ungkap Tantangan Ekstrem Prostetik di Film AIN, Sempat Alami Panic Attack Saat Syuting
Kunjungan Kenegaraan Raja Charles III ke AS Disorot, Isu Politik hingga Pangeran Harry Jadi Perhatian
Film Body Horror Indonesia Angkat Fenomena ‘Ain’, Sutradara Andalkan Dua Pemain Utama
Presiden Prabowo Subianto Resmikan Ground Breaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap 2”