Sienna Spiro membagikan pengalaman emosionalnya saat pertama kali tampil di Indonesia sebagai bintang tamu dalam ajang pencarian bakat “The Icon Indonesia”. SCTV. Dalam sesi wawancara di Emtek Studio, Jakarta. Selasa (38/4).ia mengaku telah lama memimpikan bisa datang ke Tanah Air.
“Saya selalu ingin datang ke sini sepanjang hidup saya. Jadi bisa berada di sini dan melakukan semua ini terasa sangat luar biasa,” ujarnya.
Sienna menyebut pengalaman tampil di panggung tersebut mengingatkannya pada acara pencarian bakat di Inggris seperti The Voice UK dan The X Factor UK yang ia tonton sejak kecil. Ia bahkan mengaku tampil di panggung serupa merupakan impian masa kecilnya.
Dalam penampilannya, Sienna menghadirkan konsep sederhana dengan aransemen stripped bersama rekannya, serta membawakan lagu andalannya Die On This Hill yang sukses secara global. Ia juga mengaku terkejut karena lagu tersebut mendapat sambutan hangat hingga menjadi nomor satu di beberapa wilayah.
“Saya tidak menyangka musik saya bisa didengar dan dicintai oleh orang-orang yang begitu jauh dari tempat asal saya,” katanya.
Tak hanya itu, Sienna juga memperkenalkan karya terbarunya The Visitor yang memiliki makna sangat personal. Lagu tersebut menggambarkan perasaan ketidakpastian, ketakutan akan kehilangan, serta perasaan menjadi “orang asing” dalam kehidupan.
“Saya merasa banyak orang mengalami hal yang sama—merasa sementara dalam hidup orang lain. Saya ingin mereka tahu bahwa perasaan itu tidak apa-apa,” jelasnya.
Dalam bermusik, Sienna mengaku terinspirasi oleh musisi legendaris seperti Frank Sinatra, Whitney Houston, hingga Etta James. Ia menilai kekuatan utama para musisi tersebut terletak pada kemampuan mereka dalam menyampaikan cerita melalui vokal.
Selain itu, kecintaannya pada musik soul dan jazz sejak kecil juga menjadi fondasi kuat dalam karakter musikalnya saat ini. Ia bahkan menyebut lagu Creep sebagai salah satu karya yang ia harap pernah ia tulis, karena liriknya yang begitu kuat secara emosional
Sienna juga berbagi pandangan mengenai perkembangan industri musik di era digital dan media sosial. Menurutnya, penting bagi seorang musisi untuk tetap autentik di tengah arus tren.
“Dulu disebut materialistik itu buruk, tapi saya lebih memilih itu daripada menjadi tidak autentik,” ungkapnya.
Kepada para peserta ajang pencarian bakat, ia memberikan pesan untuk tidak berlebihan dalam bernyanyi dan belajar mempercayai insting. “Kadang, less is more. Yang penting adalah bagaimana kamu menyampaikan emosi melalui suara,” katanya.
Ia juga mengenang momen paling berkesan dalam kariernya, yakni saat tampil bersama Sam Smithyang disebutnya sebagai pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap musik.
Kehadiran Sienna Spiro di “The Icon Indonesia” tidak hanya menghadirkan warna internasional, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang kejujuran dalam berkarya dan keberanian menerima diri sendiri.
Artikel Terkait
“Play” Jadi Anthem 2026: GloRilla, Ice Spice, dan Cardi B Satukan Energi Trap-Pop Penuh Gaya
Arab Saudi di Persimpangan Modernitas dan Tradisi: Ambisi Besar di Balik Wajah Futuristik
Jermell Charlo KO Charles Hatley, Pertahankan Gelar Dunia WBC Super Welterweight
Sienna Spiro Ungkap Kekaguman pada Indonesia dan Cerita di Balik Lagu “The Visitor”