• Selasa, 14/04/2026
Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Penerbangan Tertunda 16 Jam, Keluarga di Kanada Tuntut Maskapai Rp80 Juta

- Selasa, 14/04/2026
Penerbangan Tertunda 16 Jam, Keluarga di Kanada Tuntut Maskapai Rp80 Juta
Michael Rogers, menuntut kompensasi terhadap maskapai WestJet Airlines ( Global News )

Pointe-Claire — Seorang ayah tiga anak, Michael Rogers, menuntut kompensasi terhadap maskapai WestJet Airlines setelah mengalami penundaan penerbangan panjang yang mengganggu perjalanan keluarganya.

Insiden terjadi saat Rogers dan keluarganya hendak pulang dari liburan di Cancun pada 8 Maret. Penerbangan mereka menuju Toronto dilaporkan mengalami penundaan hingga delapan kali sebelum akhirnya lepas landas lebih dari 16 jam dari jadwal semula.

Menurut Rogers, penerbangan yang seharusnya berangkat pagi hari baru benar-benar mengudara sekitar pukul 02.00 dini hari keesokan harinya.

Keterlambatan ini membuat rencana perjalanan lanjutan keluarga tersebut terganggu, termasuk tiket kereta yang sudah dipesan untuk melanjutkan perjalanan ke Montreal.

Rogers kini menuntut kompensasi sebesar 5.200 dolar Kanada (sekitar Rp80 juta), yang terdiri dari:

• 4.000 dolar untuk empat anggota keluarga

• 1.200 dolar untuk biaya tambahan, termasuk pemesanan ulang tiket kereta VIA Rail

Ia mendasarkan tuntutan tersebut pada rekomendasi Canadian Transportation Agency terkait kompensasi untuk penundaan lebih dari 9 jam.

Namun, pihak WestJet menolak klaim tersebut. Dalam keterangannya, maskapai menyebut penundaan terjadi akibat faktor di luar kendali, seperti cuaca dan masalah operasional bandara yang memengaruhi kru penerbangan.g

Seorang advokat hak penumpang menyarankan Rogers untuk membawa kasus ini ke pengadilan gugatan kecil (small claims court) guna memperjuangkan haknya.

Rogers pun mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum tersebut demi mendapatkan kompensasi sekaligus meminta pertanggungjawaban maskapai.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan hak penumpang dalam industri penerbangan, terutama terkait transparansi dan tanggung jawab maskapai saat terjadi keterlambatan panjang.

Tags

Artikel Terkait

Terkini