Bangkok – Thailand resmi memiliki perdana menteri baru setelah digelarnya pemilihan perdana menteri di parlemen Bangkok. Hasil pemungutan suara menetapkan Anutin Charnvirakul, tokoh oposisi konservatif, sebagai perdana menteri menggantikan Ta No-Kita, yang sebelumnya diberhentikan oleh Mahkamah Konstitusi.
Pemilihan ini digelar menyusul keputusan pengadilan konstitusi pada 29 Agustus lalu yang memerintahkan pemberhentian Ta No-Kita. Ia dinilai melanggar etika serius setelah rekaman percakapan teleponnya dengan mantan perdana menteri Kamboja bocor ke publik. Dalam percakapan itu, Ta No-Kita terdengar mengkritik keras militer, yang kemudian memicu kegaduhan politik.
Dalam pemungutan suara yang berakhir hari ini, Anutin berhasil mengalahkan calon dari partai penguasa yang sebelumnya menjagokan Cha-mu, mantan wakil perdana menteri. Anutin sendiri bukan sosok asing di pemerintahan Thailand. Ia pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri di kabinet sebelumnya dan dikenal memiliki basis dukungan kuat di kalangan konservatif.
Langkah selanjutnya adalah menunggu persetujuan resmi dari Raja Thailand, sebelum Anutin secara sah dilantik menjadi perdana menteri.
Perubahan kepemimpinan ini dipandang sebagai titik balik dalam politik Thailand, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap diguncang perseteruan antara kubu konservatif, militer, dan kelompok reformis. ( ANNNEWS )
Artikel Terkait
Doktif Sebut Isu Pencabutan Sertifikat Mualaf sebagai Pengalihan Isu Kasus DRL
Doktif Laporkan Miss Gosip ke Polisi, Singgung Dugaan Fitnah dan Produk Skincare Ilegal
Che’Nelle Rilis “Sense of Wonder”, Lagu Penuh Harapan tentang Keindahan Hidup
Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Picu Kekhawatiran di Kepulauan Canary