Apa jadinya kalau satu perjalanan kuliner membawa kita mencicipi steak paling terkenal di dunia, mulai dari gaya teatrikal ala Salt Bae di Turki, Wagyu Jepang dengan sertifikat resmi kelahiran, hingga steak yang dimasak bersama salju di Korea?
Konten kreator kuliner Nick DiGiovanni menjelajahi sederet restoran ikonik untuk membuktikan mengapa steak bisa dianggap sebagai the ultimate luxury food.
Nusr-Et Steakhouse, Turki: Tomahawk Sangar ala Salt Bae
Perjalanan dimulai di restoran Nusr-Et milik Salt Bae. Dengan gaya khasnya, ia menyajikan tomahawk Turkish Wagyu hasil dry aged 4 minggu. Teknik pemanggangan dengan arang membuat daging matang merata dengan pola bakar sempurna.
“Ini seni, bukan sekadar memasak,” ujar Salt Bae.
CUT, Amerika Serikat: Kobe Beef Seharga Rp1,5 Juta per Gigitan
Lanjut ke restoran CUT, di mana pengunjung bisa menikmati Kobe beef, steak paling langka di dunia. Setiap sapi Kobe memiliki akta kelahiran resmi, dan harganya mencapai $100 per ons. Tekstur lembut dengan marbling sempurna membuat banyak orang sampai menitikkan air mata saat mencicipinya.
Max & Guga’s Meatery, Brasil: Satu Hari Saja, Steak Eksperimental
Di Brasil, Nick mampir ke restoran dadakan Max & Guga’s Meatery. Mereka menyajikan picanha, sosis, hingga Wagyu hasil eksperimen. Tak hanya daging, ada juga nanas bakar karamel sebagai penutup manis.
“Ini mungkin steakhouse terbaik di dunia… tapi cuma untuk satu hari,” ujar Nick sambil tertawa.
Peter Luger, New York: Dry-Aged Legendaris
Kembali ke Amerika, Peter Luger Steakhouse menampilkan tradisi dry-aging dengan ruang penyimpanan daging senilai lebih dari $1 juta. Porterhouse mereka dipanggang dengan suhu ekstrem 1000°C lalu disajikan di atas piring panas berlapis mentega.
Born & Bred, Korea: Hanwoo, Daging Rahasia Negeri Ginseng
Di Seoul, Nick mencoba Hanwoo beef, Wagyu versi Korea yang tidak pernah diekspor. Dari steak tartare dengan stroberi hingga bulgogi kerajaan, semua disajikan dengan filosofi kuliner tradisional. Salah satunya bahkan dimasak dengan teknik unik: dibakar arang lalu didinginkan di atas salju.
Gordon Ramsay Steak, Las Vegas: Ikonik Beef Wellington
Dengan rekomendasi langsung dari Gordon Ramsay, Nick menikmati Beef Wellington legendaris yang memadukan puff pastry renyah, jamur puree, dan daging sapi juicy.
L’Atelier Entrecote, Paris: Steak Frites dengan Saus Rahasia
Di Paris, bistro klasik ini menyajikan steak frites sederhana namun legendaris berkat saus rahasia dengan lebih dari 20 bahan.
Bazaar Meat, Las Vegas: Steak Masa Depan
Perjalanan ditutup di Bazaar Meat, tempat daging disulap jadi kreasi futuristis: foie gras cotton candy, Wagyu air bread, hingga steak tartare yang “disulap” di depan meja.
Dari pertunjukan garam ala Salt Bae, kelembutan Kobe, keunikan Hanwoo Korea, sampai eksperimen kuliner futuristik—perjalanan ini membuktikan bahwa steak bukan sekadar makanan, melainkan pengalaman budaya, seni, dan gaya hidup.
Artikel Terkait
TNI AL Resmikan Jembatan di Sarmi Papua, Perkuat Akses dan Konektivitas Wilayah Pesisir
Top 12 AKSI 2026 Dimulai, Habibi (Aceh) Raih Nilai Tertinggi di Kloter 1 Gua Hira
PM Xanana Serahkan Patung Bunda Maria Fatima dan Salib untuk Kapela Ave Maria Fleixa di Ainaro
Rusia Disebut Bantu Iran dalam Konflik dengan AS, Senator AS Dorong Sanksi Baru