Minola Sebayang Soroti Hak Bertemu Anak, Sebut Ruben Onsu Sudah Lama Penuhi Kewajiban Nafkah

Senin, 01/06/2026
Minola Sebayang Soroti Hak Bertemu Anak, Sebut Ruben Onsu Sudah Lama Penuhi Kewajiban Nafkah
Ruben Onsu ( dok IG )

Jakarta -Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa persoalan utama yang menjadi perhatian kliennya pasca perceraian bukan hanya soal harta bersama, melainkan hak Ruben untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya sesuai kesepakatan yang telah tertuang dalam perjanjian.

Menurut Minola, dalam perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak, salah satu poin utama yang diatur adalah jadwal pertemuan Ruben dengan anak-anaknya selama dua hingga tiga hari dalam seminggu.

“Kenapa tidak dipenuhi saja apa yang menjadi isi perjanjian ini? Sebelum bicara soal harta, yang diatur pertama adalah jadwal Ruben berkumpul dengan anak-anaknya dua sampai tiga hari dalam seminggu,” ujar Minola dalam konferensi pers.

Ia menilai pembahasan yang berkembang saat ini justru lebih banyak berfokus pada persoalan nafkah dan aset, sementara hak Ruben sebagai ayah untuk bertemu anak-anaknya dinilai kurang mendapat perhatian.

Minola mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun Ruben tetap menjalankan kewajibannya memberikan nafkah kepada anak-anaknya, bahkan setelah resmi bercerai. Ia menyebut pihaknya pernah menunjukkan bukti pengeluaran bulanan yang mencapai ratusan juta rupiah, termasuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan asuransi.

“Selama ini Ruben terus menjalankan kewajibannya, bahkan melebihi yang seharusnya. Tetapi haknya untuk berkumpul dengan anak-anak tidak pernah benar-benar terpenuhi,” katanya.

Menurut Minola, keputusan Ruben menghentikan pemberian nafkah sejak Desember lalu merupakan bentuk protes karena merasa haknya sebagai orang tua tidak diperhatikan.

“Ruben berpikir, kenapa saya terus menjalankan kewajiban sementara hak saya tidak pernah diperhitungkan? Itu yang menjadi dasar aksi protesnya,” jelasnya.

Meski demikian, Minola menilai tidak adil apabila hanya periode enam bulan terakhir yang disorot, sementara kontribusi Ruben selama bertahun-tahun dalam memenuhi kebutuhan anak-anak dianggap seolah tidak pernah ada.

“Jangan hanya mengingat enam bulan terakhir, tetapi melupakan bertahun-tahun sebelumnya ketika Ruben tetap menanggung berbagai kebutuhan anak-anak, bahkan setelah perceraian,” ujarnya.

Selain itu, Minola juga membantah anggapan bahwa Ruben sulit diajak berkomunikasi. Menurutnya, komunikasi melalui kuasa hukum hanya dilakukan untuk urusan yang berkaitan dengan akta dan perjanjian hukum guna menghindari kesalahpahaman.

“Kalau menyangkut persoalan yang sudah diatur dalam akta, wajar jika diserahkan kepada kuasa hukum. Tetapi untuk urusan hubungan ayah dan anak, tidak perlu melibatkan kuasa hukum,” tegasnya.

Minola juga menunjukkan sejumlah percakapan yang diklaim sebagai bukti upaya Ruben menjalin komunikasi dengan anak-anaknya. Menurut dia, komunikasi tersebut tidak selalu mendapatkan respons yang cepat.

“Ada bukti percakapan yang menunjukkan Ruben berusaha menghubungi anak-anaknya. Jadi jangan sampai muncul kesan seolah Ruben tidak pernah berupaya,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Minola meminta publik dan para pendukung kedua belah pihak untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak hanya dari satu sudut pandang.

“Jangan langsung menghakimi. Lihat juga konteks dan fakta yang ada. Ruben bukan orang yang suka mengeluh atau mencari simpati. Kalau hari ini ia berbicara, itu karena ada fakta-fakta yang perlu diketahui publik,” tutup Minola.

Tags

Terkini