PBB Soroti Krisis Global: Dari Ebola Afrika, Konflik Lebanon-Ukraina hingga Hari Sepak Bola Dunia

Rabu, 20/05/2026
 PBB Soroti Krisis Global: Dari Ebola Afrika, Konflik Lebanon-Ukraina hingga Hari Sepak Bola Dunia
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam briefing harian di Markas Besar PBB menyoroti berbagai isu global yang tengah menjadi perhatian dunia, mulai dari wabah Ebola di Afrika, konflik di Ukraina dan Lebanon, situasi kemanusiaan di Gaza, hingga peringatan Hari Sepak Bola Dunia yang mengangkat tema pengungsi dan solidaritas kemanusiaan.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan bahwa laporan “World Economic Situation and Prospects 2026” juga akan dipaparkan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB sebagai bagian dari evaluasi kondisi ekonomi global pertengahan tahun 2026.

Hari Sepak Bola Dunia Fokus pada Pengungsi

PBB menggelar peringatan Hari Sepak Bola Dunia di aula Sidang Umum PBB dengan melibatkan perwakilan negara anggota, diplomat, hingga mantan pemain sepak bola profesional. Acara tersebut diprakarsai Bahrain dan Tajikistan sebagai ketua bersama kelompok “UN Friends of Football”.

Tema tahun ini menyoroti peran sepak bola bagi para pengungsi dan korban pengungsian akibat perang. Badan Pengungsi PBB memperkenalkan “Game-Changing Team”, tim simbolis berisi pemain sepak bola berlatar belakang pengungsi.

Tim tersebut dipimpin kapten tim nasional Kanada, Alphonso Davies, yang lahir di kamp pengungsi di Ghana setelah keluarganya melarikan diri dari perang di Liberia.

PBB menilai sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan sarana penyembuhan trauma, membangun harapan, dan menghadirkan rasa memiliki bagi generasi muda pengungsi.

Sekjen PBB Kutuk Serangan Masjid di San Diego

Sekretaris Jenderal PBB juga mengutuk keras serangan mematikan terhadap sebuah masjid di San Diego, California, yang menewaskan tiga orang.

PBB menegaskan bahwa serangan terhadap rumah ibadah merupakan tindakan keji dan menyerukan perlunya melawan kebencian serta intoleransi dalam segala bentuk. Sekjen turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan solidaritas kepada komunitas Muslim.

Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Makin Mengkhawatirkan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menggelar rapat darurat terkait wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

PBB menyebut situasi di Kongo sangat kompleks karena dipengaruhi konflik keamanan, perpindahan penduduk, hingga akses kesehatan yang terbatas di wilayah padat maupun terpencil.

WHO telah mengirim tim ahli dan 12 ton perlengkapan medis, termasuk alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan. UNICEF juga mengirim 50 ton bantuan berupa disinfektan, sabun, tablet pemurni air, hingga perlengkapan sanitasi.

PBB menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci untuk mengendalikan penyebaran wabah.

Dewan Keamanan PBB Bahas Ukraina

Dalam sidang Dewan Keamanan, pejabat PBB memperingatkan bahwa perang di Ukraina semakin mematikan. Serangan udara besar-besaran dilaporkan terjadi pekan lalu, baik di wilayah Ukraina maupun Rusia.

PBB menyerukan dimulainya kembali negosiasi antara Ukraina dan Rusia tanpa penundaan guna mencapai gencatan senjata penuh dan tanpa syarat.

Selain itu, PBB menyebut dua konvoi bantuan kemanusiaan milik PBB di Ukraina turut terkena serangan saat mengirim bantuan bagi warga sipil.

Lebanon dan Gaza Masih Membara

PBB juga menyoroti meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melaporkan ratusan insiden penembakan yang melibatkan militer Israel dan kelompok Hizbullah.

UNIFIL bahkan menyebut tiga kamera keamanan di markas mereka di Nakoura dicabut personel Israel. PBB mengingatkan pentingnya menjaga keamanan personel dan fasilitas milik PBB sesuai hukum internasional.

Sementara di Gaza, PBB menyebut ribuan pasien masih membutuhkan evakuasi medis. WHO dan mitranya berhasil membantu evakuasi 20 pasien melalui perlintasan Rafah.

PBB juga menegaskan kebutuhan bantuan kemanusiaan di Gaza masih sangat besar, termasuk bahan bangunan, peralatan medis, dan dukungan tempat tinggal darurat bagi hampir 900 ribu warga yang kehilangan tempat tinggal.

Haiti dan Sudan Selatan Hadapi Krisis Pengungsi

Di Haiti, lebih dari 10 ribu orang dilaporkan mengungsi akibat kekerasan bersenjata yang meningkat di kawasan Port-au-Prince. Banyak anak terpisah dari keluarga mereka dan fasilitas kesehatan nyaris lumpuh.

Sementara di Sudan Selatan, misi PBB memutuskan mempertahankan pasukan penjaga perdamaian di wilayah Akobo karena situasi keamanan masih rapuh meski ketegangan mulai menurun.

PBB Soroti Ancaman AI Menyesatkan

Di akhir briefing, PBB turut memperkenalkan podcast baru bertajuk “Science Forward” yang membahas risiko “deceptive AI”, yakni kecerdasan buatan yang dapat menyesatkan pengguna atau pengembang mengenai kemampuan dan niat sistem AI.

Diskusi tersebut menghadirkan ilmuwan AI ternama Yoshua Bengio dan pakar kebijakan AI Charlotte Stix.

Tags

Terkini