Netanyahu Tegaskan Penguatan Yerusalem Jadi Prioritas Israel, Umumkan Serangkaian Keputusan Strategis

Minggu, 17/05/2026
 Netanyahu Tegaskan Penguatan Yerusalem Jadi Prioritas Israel, Umumkan Serangkaian Keputusan Strategis
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa penguatan Kota Yerusalem akan terus menjadi prioritas utama pemerintahannya melalui pembangunan infrastruktur, keamanan, teknologi, hingga pelestarian warisan sejarah.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam pidato resmi yang menyoroti sejarah panjang bangsa Yahudi mempertahankan Yerusalem selama ribuan tahun.

Menurut Netanyahu, Yerusalem telah menjadi pusat identitas bangsa Israel sejak masa Raja Daud lebih dari 3.000 tahun lalu. Ia menyebut kembalinya bangsa Yahudi ke Yerusalem setelah masa pengasingan panjang sebagai peristiwa bersejarah yang belum pernah terjadi pada bangsa lain.

“Tidak ada bangsa lain yang kehilangan ibu kotanya, kehilangan kedaulatannya, lalu kembali membangun negaranya di tempat yang sama,” ujar Netanyahu dalam pidatonya.

Ia menilai kekuatan bangsa Israel saat ini tercermin baik di medan perang maupun dalam pembangunan nasional yang terus berlangsung sejak awal gerakan Zionisme modern.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu mengumumkan empat keputusan strategis pemerintah terkait pembangunan Yerusalem.

Salah satu keputusan utama adalah penguatan keamanan kawasan Tembok Barat atau Western Wall. Pemerintah Israel akan mengalokasikan anggaran khusus untuk perlindungan lokasi suci tersebut, termasuk pengembangan infrastruktur dan proyek arkeologi.

Langkah itu diambil setelah konflik terbaru dengan Iran yang disebut Netanyahu turut mengancam berbagai tempat suci di Yerusalem melalui serangan rudal.

Selain itu, pemerintah Israel juga akan memperluas dukungan terhadap Pusat Shalva, lembaga yang menangani masyarakat penyandang disabilitas. Netanyahu mengatakan pusat tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi fasilitas penanganan darurat nasional bagi penyandang disabilitas saat kondisi krisis atau perang.

Menurutnya, penguatan kelompok rentan merupakan bagian penting dari ketahanan sosial Israel.

Pemerintah juga mengumumkan proyek revitalisasi Kolam Mamilla di Yerusalem yang akan diubah menjadi taman publik dan ruang terbuka hijau untuk masyarakat.

Netanyahu mengungkapkan lokasi tersebut memiliki kenangan pribadi baginya sejak masa kecil dan kini akan direvitalisasi menjadi salah satu ikon baru kota.

Selain proyek budaya dan sejarah, Netanyahu turut menekankan pengembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan dan transformasi digital yang akan berada langsung di bawah koordinasi kantor perdana menteri.

Ia menyamakan langkah tersebut dengan kebijakan penguatan sektor siber Israel pada masa sebelumnya yang kini menjadi salah satu kekuatan utama negara itu.

“Yerusalem bukan hanya akar sejarah kami, tetapi juga masa depan kami,” kata Netanyahu.

Pidato tersebut sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah Israel yang menggabungkan aspek sejarah, keamanan, sosial, dan teknologi dalam pembangunan Yerusalem di tengah situasi geopolitik kawasan yang masih memanas.

Tags

Terkini