Pertarungan sengit antara Ricky Hatton dan Kostya Tszyu menghadirkan drama luar biasa yang akan dikenang sebagai salah satu duel klasik di kelas light welterweight. Digelar di Manchester, duel ini berubah menjadi perang tanpa henti sejak ronde pertama.
Sejak bel pembuka berbunyi, Hatton langsung mengambil inisiatif menyerang. Dengan gaya agresif khasnya, petinju Inggris itu terus menekan Tszyu di jarak dekat, memaksa sang juara bertahan bertarung dalam tempo tinggi. Sementara itu, Tszyu tidak tinggal diam. Ia beberapa kali membalas dengan pukulan akurat, terutama straight right yang sempat menggoyahkan Hatton.
Atmosfer arena begitu membara. Dukungan penuh publik tuan rumah membuat Hatton tampil semakin percaya diri. Kombinasi hook ke tubuh dan uppercut menjadi senjata utama yang efektif mengganggu ritme Tszyu. Di sisi lain, Tszyu tetap menunjukkan kelasnya sebagai juara dengan counter punch tajam yang beberapa kali mengenai sasaran bersih.
Memasuki ronde-ronde tengah, pertarungan semakin brutal. Kedua petinju saling bertukar pukulan dalam jarak dekat tanpa mundur sedikit pun. Hatton unggul dalam volume serangan, sementara Tszyu mengandalkan akurasi dan kekuatan. Sempat terjadi kontroversi ketika Tszyu menjatuhkan Hatton dengan pukulan yang dinilai sebagai low blow oleh wasit, sehingga tidak dihitung sebagai knockdown.
Di ronde-ronde akhir, stamina menjadi faktor penentu. Hatton terus menekan tanpa henti, membuat Tszyu terlihat mulai kelelahan. Pukulan bertubi-tubi dari Hatton memaksa Tszyu lebih sering bertahan di tali ring. Meski sang juara masih sempat melancarkan serangan balasan, intensitasnya mulai menurun.
Puncaknya terjadi sebelum ronde terakhir dimulai. Tim sudut Tszyu memutuskan menghentikan pertarungan setelah melihat kondisi petinju mereka yang sudah tak mampu mengimbangi tekanan. Keputusan tersebut memastikan kemenangan besar bagi Hatton.
Dengan hasil ini, Ricky Hatton resmi merebut gelar IBF light welterweight dan mencatatkan kemenangan terbesar dalam kariernya. Air mata haru pun tak terbendung, menandai momen bersejarah bagi sang “Hitman” dan para pendukungnya.
Pertarungan ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang keberanian, daya tahan, dan determinasi—sebuah duel klasik yang memperlihatkan dua petinju kelas dunia bertarung habis-habisan hingga batas terakhir.