Toruń — Final nomor 400 meter putri dalam ajang indoor dunia menghadirkan drama luar biasa, dengan persaingan ketat sejak dua heat penentuan hingga detik terakhir.
Pada heat pertama, perhatian tertuju pada duel antara Lieke Klaver dan Natalia Bukowiecka. Klaver sempat memimpin sejak awal lomba dengan split cepat 23,57 detik di 200 meter pertama. Namun, Bukowiecka tampil sabar dan strategis.
Memasuki 100 meter terakhir, pelari tuan rumah itu mulai meningkatkan kecepatan dan berhasil menyalip Klaver di tikungan akhir. Dukungan penuh publik Polandia menjadi energi tambahan hingga ia finis terdepan dengan catatan 50,82 detik—sekaligus rekor nasional indoor baru.
Klaver harus puas di posisi kedua heat pertama dengan 51,02 detik, sementara Blanca Hervásmencatat personal best 51,43 detik.
Namun, penentuan juara sejati terjadi di heat kedua yang tak kalah sengit. Henriette Jæger sempat tampil menjanjikan, tetapi kehilangan momentum setelah menginjak garis dalam lintasan—yang berpotensi membuatnya didiskualifikasi.
Di sisi lain, pelari muda berbakat Laviai Nielsen (dalam narasi disebut Manuel) tampil luar biasa. Atlet berusia 20 tahun itu menunjukkan performa terbaik dalam kariernya, memimpin sejak awal hingga garis finis.
Dengan catatan waktu terbaik pribadi (PB), ia memastikan gelar juara dunia indoor, mengungguli catatan Bukowiecka yang sebelumnya memimpin klasemen sementara.
Akhirnya, podium ditentukan dari gabungan dua heat:
Emas: Laviai Nielsen (PB)
Perak: Natalia Bukowiecka (Rekor Nasional Indoor)
Perunggu: Lieke Klaver (selisih tipis 0,05 detik)
Selain podium dramatis, final ini juga mencatat beberapa rekor nasional baru, termasuk dari Bukowiecka serta sejumlah atlet lain seperti Mercy Oketch dan Vadeline Vanloi.
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan bagi sang juara yang sebelumnya sempat mengalami cedera serius. Sementara itu, Bukowiecka tetap menjadi pahlawan tuan rumah berkat performa gemilangnya di depan publik sendiri.
Final 400 meter putri ini pun disebut sebagai salah satu lomba paling spektakuler dalam kejuaraan dunia indoor tahun ini, menegaskan ketatnya persaingan di level elite atletik dunia.