Balapan Grand Prix Spanyol MotoGP berlangsung dramatis sejak lampu start padam. Marc Márquezlangsung melesat memimpin lomba, diikuti oleh Marco Bezzecchi yang tampil agresif dari barisan depan.
Namun sorotan utama justru datang dari adiknya, Álex Márquez. Dalam duel sengit antar saudara, Alex tampil berani dengan manuver tajam menyalip Marc di sektor pengereman. Aksi ini langsung membakar semangat publik tuan rumah yang memadati sirkuit.
Petaka datang cepat bagi Marc Márquez. Pada lap kedua, ia terjatuh keras di tikungan cepat, mengakhiri balapannya lebih awal. Insiden tersebut menjadi pukulan besar bagi ambisinya meraih kemenangan ke-100 di Grand Prix, sekaligus menambah daftar DNF musim ini.
Masalah tak berhenti di situ bagi tim Ducati Lenovo Team. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, mengalami kendala teknis yang memaksanya masuk pit dan terlempar ke belakang. Ducati pun harus menerima kenyataan pahit: double DNF tanpa poin di Spanyol.
Di barisan tengah, duel seru terjadi antara Raúl Fernández dan Ai Ogura. Keduanya saling salip dengan gaya agresif khas MotoGP, memperlihatkan persaingan sengit untuk posisi lima besar. Ogura akhirnya unggul dengan manuver “block pass” bersih yang memukau.
Sementara itu, Alex Márquez tak terbendung di depan. Setelah merebut posisi terdepan, ia melaju konsisten tanpa tekanan berarti hingga garis finis. Kemenangan ini terasa spesial karena diraih di hadapan publik sendiri, sekaligus menjadi hadiah ulang tahun ke-30 yang sempurna.
Alex Márquez menutup balapan dengan selisih hampir dua detik dari Bezzecchi, mengamankan kemenangan keempatnya di MotoGP dan mempertegas statusnya sebagai salah satu pembalap paling konsisten musim ini.
Bagi Ducati, balapan ini menjadi mimpi buruk. Namun bagi Alex Márquez dan fans Spanyol, ini adalah hari penuh perayaan yang tak terlupakan.