Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Konferensi Pers di Berlin: Seruan Keras Oposisi Iran Soroti Krisis Kemanusiaan dan Desak Dunia Bertindak

Jum'at, 24/04/2026
Konferensi Pers di Berlin: Seruan Keras Oposisi Iran Soroti Krisis Kemanusiaan dan Desak Dunia Bertindak
Reza Pahlavi, menyampaikan tuduhan serius terhadap rezim yang berkuasa di Teheran

Berlin — Sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jerman berubah menjadi panggung seruan keras terhadap situasi di Iran. Tokoh oposisi Iran, Reza Pahlavi, menyampaikan tuduhan serius terhadap rezim yang berkuasa di Teheran, sekaligus mendesak komunitas internasional untuk tidak lagi bersikap pasif.

Dalam pidatonya, Pahlavi menyebut bahwa dunia telah mengabaikan “perang yang tidak terlihat” terhadap rakyat Iran selama puluhan tahun. Ia menuding rezim telah melakukan kekerasan sistematis, termasuk pembunuhan puluhan ribu warga sipil dalam gelombang protes terbaru.

“Ini bukan sekadar konflik politik. Ini adalah perjuangan rakyat untuk kebebasan,” ujarnya di hadapan awak media internasional.

Tuduhan Pelanggaran HAM Berat

Pahlavi mengklaim bahwa selama aksi protes besar pada Januari lalu, puluhan ribu warga tewas. Ia juga menggambarkan situasi mencekam di dalam negeri, termasuk pemblokiran internet yang membuat dunia luar sulit memverifikasi kondisi di lapangan.

Menurutnya, aparat keamanan bahkan memburu demonstran yang terluka hingga ke rumah sakit. Ia turut menyampaikan kisah tragis seorang perawat yang tewas setelah membantu korban aksi protes, sebagai gambaran nyata dari kekerasan yang terjadi.

Kritik terhadap Dunia Barat

Dalam pernyataannya, Pahlavi mengkritik negara-negara Barat yang dinilai terlalu fokus pada diplomasi dan negosiasi, namun mengabaikan penderitaan rakyat Iran.

Ia juga menyinggung pernyataan Friedrich Merz terkait legitimasi rezim yang bertahan melalui kekerasan. Pahlavi menegaskan bahwa perubahan di Iran tidak terelakkan, namun mempertanyakan berapa banyak lagi korban yang harus jatuh sebelum dunia bertindak.

Selain itu, ia mengutip percakapan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang menurutnya memperingatkan bahwa pembiaran terhadap kekerasan hanya akan memperkuat rezim otoriter.

Seruan untuk Aksi Nyata

Pahlavi menyerukan langkah konkret dari negara-negara Eropa, termasuk:

Mengusir diplomat Iran

Menutup konsulat

Menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris

Mendukung rakyat Iran dalam transisi menuju pemerintahan baru

Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak meminta dunia untuk berperang, melainkan berhenti melegitimasi pihak yang menindas mereka.

Kontroversi dan Tanya Jawab Panas

Sesi tanya jawab berlangsung tegang. Sejumlah jurnalis mempertanyakan dukungan Pahlavi terhadap intervensi militer asing, termasuk operasi yang melibatkan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

Menanggapi hal itu, Pahlavi membela posisinya dengan menyatakan bahwa intervensi terbatas diperlukan untuk melindungi warga sipil dari kekerasan negara.

Ia juga menepis tuduhan bahwa dirinya merupakan “aset asing”, dan menegaskan bahwa dirinya hanya mewakili suara rakyat Iran.

Harapan Akan Iran Baru

Di akhir konferensi, Pahlavi menyampaikan visinya tentang Iran yang bebas, demokratis, dan sekuler. Ia menyebut negara tersebut berpotensi menjadi kekuatan stabilisasi di kawasan Timur Tengah jika rezim saat ini tumbang.

“Rakyat Iran telah melakukan bagian tersulit. Mereka hanya menunggu dunia untuk menyusul keberanian mereka,” tutupnya.

Konferensi ini menyoroti kembali kompleksitas krisis Iran, sekaligus membuka perdebatan global tentang batas antara diplomasi, intervensi, dan tanggung jawab kemanusiaan.

Tags

Terkini