• Minggu, 05/07/2026

Rahasia Panjang Umur Warga Sisilia, Pasta Justru Jadi Menu Andalan Para Centenarian

- Sabtu, 04/07/2026
 Rahasia Panjang Umur Warga Sisilia, Pasta Justru Jadi Menu Andalan Para Centenarian
sebuah kisah dari kota perbukitan Caltabellotta di Sisilia Barat, Italia

Citraselebriti – Selama bertahun-tahun, pasta kerap dianggap sebagai makanan yang harus dihindari karena dinilai tinggi karbohidrat dan berpotensi meningkatkan berat badan. Namun, sebuah kisah dari kota perbukitan Caltabellotta di Sisilia Barat, Italia, justru menunjukkan fakta yang berbeda.

Daerah tersebut dikenal memiliki jumlah penduduk berusia di atas 90 tahun lebih dari dua kali lipat dibandingkan wilayah lain di sekitarnya. Bahkan, dari kelompok masyarakat yang lahir sekitar satu abad lalu, satu dari setiap 166 orang berhasil mencapai usia 100 tahun.

Menariknya, salah satu makanan yang hampir selalu hadir di meja makan mereka adalah pasta. Hidangan itu disantap sebagai menu utama saat makan siang, ditemani sedikit anggur merah khas Sisilia.

Selama bertahun-tahun banyak orang percaya bahwa kombinasi pasta dan anggur merupakan resep menuju obesitas maupun penyakit jantung. Namun, pola hidup masyarakat Sisilia justru memperlihatkan bahwa bukan jenis makanannya yang menjadi masalah, melainkan cara mengolah, menyajikan, serta mengonsumsinya.

Rahasia pertama terletak pada penggunaan pasta berbahan gandum durum (durum wheat semolina). Jenis gandum keras ini memiliki struktur protein yang membuat pati dicerna lebih lambat sehingga kadar gula darah meningkat secara bertahap, bukan melonjak dengan cepat seperti roti putih atau pasta dari tepung gandum lunak.

Cara memasaknya pun menjadi faktor penting. Pasta dimasak al dente, yaitu masih memiliki tekstur kenyal, sehingga struktur patinya tetap utuh dan proses pencernaan berlangsung lebih lambat. Memasak pasta terlalu lama justru meningkatkan indeks glikemiknya.

Kebiasaan unik lainnya adalah menyimpan pasta yang telah dimasak untuk disantap kembali keesokan hari. Setelah didinginkan, sebagian pati berubah menjadi resistant starch, yaitu jenis pati yang berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus. Senyawa ini membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus mendukung kestabilan gula darah.

Pasta juga tidak pernah disajikan sendirian. Hidangan khas Sisilia selalu dipadukan dengan minyak zaitun extra virgin, tomat, sayuran hijau, kacang-kacangan, bawang putih, adas liar, hingga ikan seperti sarden atau anchovy. Kombinasi lemak sehat dan serat tersebut memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga menghasilkan menu yang lebih seimbang.

Salah satu contoh nyata datang dari seorang perempuan bernama Letizia yang masih membuat pasta secara tradisional hingga melewati usia 100 tahun. Ia menyajikan tagliarini buatan tangan dengan pure kacang fava dan adas liar, resep sederhana yang telah diwariskan selama puluhan tahun.

Selain pilihan bahan makanan, waktu makan juga menjadi bagian penting dari pola hidup masyarakat Sisilia. Mereka menjadikan makan siang sebagai santapan terbesar, sementara makan malam dibuat lebih ringan. Pola ini dinilai selaras dengan ritme alami tubuh yang lebih efektif mengolah karbohidrat pada siang hari dibanding malam.

Anggur merah juga dikonsumsi dalam jumlah terbatas, biasanya hanya satu gelas kecil saat makan siang. Meski mengandung senyawa antioksidan alami, para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak menjadi alasan bagi seseorang untuk mulai mengonsumsi alkohol apabila sebelumnya tidak memiliki kebiasaan tersebut.

Tak hanya soal makanan, gaya hidup masyarakat Sisilia turut berperan dalam mendukung umur panjang. Mereka terbiasa menikmati makan bersama keluarga, makan dengan perlahan, beristirahat setelah makan siang, serta berjalan kaki setiap hari melewati jalan-jalan berbukit di desa mereka.

Para peneliti menyimpulkan bahwa rahasia panjang umur warga Sisilia bukan terletak pada satu jenis makanan semata, melainkan gabungan antara pemilihan bahan pangan berkualitas, porsi yang wajar, waktu makan yang tepat, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup yang berlangsung konsisten selama puluhan tahun.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pasta bukanlah musuh kesehatan. Dengan memilih pasta gandum durum, memasaknya al dente, mengombinasikannya dengan minyak zaitun, sayuran, dan protein sehat, serta menikmatinya dalam porsi yang seimbang, hidangan klasik Italia tersebut justru dapat menjadi bagian dari pola makan bergaya Mediterania yang dikenal mendukung kesehatan dan umur panjang.

Tags

Artikel Terkait

Terkini