Citraselebriti – Film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) menghadirkan kisah drama keluarga dan romansa yang dibalut nuansa nostalgia, para pemain dan kru membagikan cerita di balik proses produksi film yang akan tayang mulai 2 Juli 2026.
Sutradara Yogi menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam produksi adalah mengubah kawasan Braga, Bandung, menjadi latar tahun 1970-an. Ia menegaskan seluruh adegan tersebut dibuat secara nyata tanpa bantuan teknologi AI.
“Semua disangka AI, khususnya adegan Jalan Braga. Padahal semuanya asli. Mobil-mobil tuanya asli, batu-batu di sekitar Gedung Merdeka kami angkat, becaknya harus benar-benar seperti tahun 70-an, sampai kaleng kerupuk pun kami cari yang sesuai zamannya,” ungkap Yogi ditemui dalam sesi press screening di Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (26/6),
Menurutnya, tim produksi bahkan sempat menghapus Jalan Braga dari daftar lokasi syuting karena dianggap terlalu rumit. Namun berkat inisiatif tim artistik yang tetap melakukan survei lokasi, kawasan tersebut akhirnya berhasil disulap menjadi Bandung era 1970-an dengan detail yang autentik.
Sementara itu, produser Sunil mengungkapkan alasan memilih drama sebagai proyek film perdana dibanding genre horor yang saat ini mendominasi bioskop Indonesia.
“Kami memang sejak awal sepakat tidak membuat film horor dulu. Yang kami cari adalah cerita yang menyentuh, hangat, dan bisa dinikmati semua generasi,” ujarnya.
Ia menilai CLBK memiliki keunikan karena menghadirkan karakter dari berbagai generasi yang masing-masing memiliki peran penting dalam cerita. Selain itu, film ini juga menonjolkan nilai keluarga, romansa, dan komedi yang mengalir tanpa terasa membebani penonton.
“Kami ingin membuat film yang tidak terlalu sedih, tetapi menyentuh. Tidak harus sangat lucu, tetapi bisa membuat hati tersenyum,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, aktris Cynthia Mariska menceritakan pengalamannya untuk pertama kali dipasangkan dengan Khiva Iskak sebagai pasangan di layar lebar.
Cynthia mengaku awalnya mengira karakter kekasihnya akan diperankan aktor yang lebih muda. Namun setelah bertemu Khiva, proses membangun chemistry berjalan lancar berkat sifat kebapak-bapakan sang aktor.
“Ini pertama kali aku satu proyek sama Kak Khiva. Chemistry-nya memang cukup menantang di awal, tapi beliau sangat membantu. Kami sering ngobrol saat ada waktu quality time untuk membangun hubungan karakter,” kata Cynthia.
Dengan nada bercanda, ia juga mengakui sering terlambat membalas pesan Khiva selama proses persiapan syuting karena jadwalnya yang padat.
“Aku minta maaf ya, chat Kak Khiva sering enggak aku balas. Tapi setiap ketemu kami banyak ngobrol buat jadi bahan selama proses syuting,” ujarnya.
Khiva pun membalas candaan tersebut dengan mengatakan dirinya sempat berusaha mendekati Cynthia demi membangun chemistry sesuai arahan tim produksi.
Produser mengungkapkan, setelah Cynthia resmi bergabung dalam proyek ini, tantangan berikutnya adalah mencari sosok pemeran Raka. Saat itulah Khiva dipilih dan hanya diberi satu tugas sederhana.
“PR kamu cuma satu, tolong jatuh cinta sama Cynthia,” ujar produser yang langsung disambut tawa para pemain dan awak media.
Kisah di balik layar tersebut menjadi salah satu warna dalam proses pembuatan Cinta Lama Babak Kedua, film yang mengangkat tema cinta lama, keluarga, dan nostalgia lintas generasi dengan latar Bandung pada era 1970-an.
Artikel Terkait
Hyundai Perkenalkan All-New Avante, Calon Elantra 2027 Tampil Lebih Sporty dan Canggih
Amanda Manopo Siapkan Langkah Hukum, Sandy Arifin Ungkap Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan hingga Penggelapan Dana Perusahaan
Limbad Tegaskan Travel Umroh Bukan Semata Bisnis, Melainkan Ladang Amal dan Pelayanan Jamaah
Angel Lelga Dijadwalkan Jalani Pemeriksaan di Polsek Jagakarsa sebagai Korban Dugaan Pencurian