Rudi Soedjarwo Ungkap Makna Mendalam di Balik Film Tanah Runtuh

- Kamis, 18/06/2026
 Rudi Soedjarwo Ungkap Makna Mendalam di Balik Film Tanah Runtuh
Rudi Soedjarwo Sutradara Film Tanah Runtuh

Citraselebriti – Sutradara film Tanah Runtuh, Rudi Soedjarwo, mengungkapkan pengalaman emosional sekaligus refleksi mendalam yang ia rasakan selama menggarap film tersebut. Rudi mengaku proyek ini menjadi salah satu perjalanan kreatif yang paling berkesan sepanjang kariernya.

Rudi membuka pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi kepada produser Denny Siregar yang telah mempercayakan penyutradaraan film ini kepadanya. Ia juga memuji seluruh jajaran pemain yang dinilai mampu menghadirkan karakter secara kuat, jujur, dan alami.

Menurut Rudi, apabila film dengan tema kemanusiaan seperti Tanah Runtuh ditawarkan kepadanya sekitar dua puluh tahun lalu, hasilnya kemungkinan akan berbeda. Saat itu, ia merasa belum memiliki kedalaman perspektif yang cukup untuk memahami kompleksitas kehidupan manusia yang menjadi inti cerita film tersebut.

“Setiap kali menonton ulang film ini, mulai dari ruang editing sampai sekarang, saya selalu menemukan hal baru. Sebagai manusia, saya merasakan pengalaman yang berbeda setiap kali melihatnya,” ujar Rudi  dalam  jumpa pers bersama para pemain di Epicentrum, Jakarta, Kamis (18/6).

Baginya, salah satu keputusan paling tepat dalam proses kreatif film ini adalah memilih sudut pandang yang menempatkan kemanusiaan sebagai fokus utama cerita. Melalui film tersebut, ia justru menemukan pemahaman bahwa orang-orang yang sering dianggap memiliki kebutuhan khusus terkadang memiliki cara pandang hidup yang lebih tulus dan sederhana dibandingkan kebanyakan orang.

Rudi mengaku film ini membuat dirinya semakin sadar sekaligus rendah hati. Ia melihat banyak persoalan manusia lahir dari ambisi, ego, dan konflik yang diciptakan sendiri, sementara karakter-karakter dalam film ini justru menunjukkan ketulusan dalam menjalani kehidupan.

Selain mengangkat kisah individu, Tanah Runtuh juga menyoroti pentingnya keluarga sebagai fondasi utama terbentuknya masyarakat. Menurutnya, sebuah bangsa pada dasarnya dibangun dari keluarga-keluarga kecil yang menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan.

“Sering kali kita lupa bahwa sebuah keluarga itu sangat penting. Di dalamnya ada ayah, ibu, dan anak. Tanpa mereka, tidak ada bangsa dan negara,” katanya.

Lebih lanjut, Rudi percaya bahwa setiap manusia adalah tokoh utama dalam kehidupannya masing-masing. Karena itu, setiap kisah hidup layak untuk didengar dan dipahami. Melalui film ini, ia mengajak penonton untuk melihat kehidupan dari sudut pandang orang lain dan memahami bagaimana seseorang bereaksi terhadap berbagai peristiwa yang dihadapinya.

Menurutnya, proses memahami karakter yang berbeda dari kehidupan sehari-hari justru menjadi sarana pembelajaran yang berharga. Ia menyadari bahwa kualitas manusia tidak hanya ditentukan oleh peristiwa yang dialami, tetapi juga oleh cara merespons peristiwa tersebut.

Dalam proses produksi, Rudi memberikan ruang yang luas bagi para pemain untuk mengeksplorasi spontanitas. Ia memilih pendekatan penyutradaraan yang lebih organik, di mana kamera hanya menjadi alat untuk merekam kehidupan karakter yang berkembang secara alami di depan lensa.

“Saya tidak ingin karakter terlalu sadar sedang berakting. Ketika mereka bergerak dan bereaksi secara spontan, di situlah muncul keajaiban yang membuat cerita terasa hidup,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Tanah Runtuh. Rudi meyakini film dengan tema kemanusiaan harus terasa natural agar mampu menyentuh emosi penonton dan tidak terjebak pada kesan yang dibuat-buat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah bekerja keras membangun dinamika cerita, termasuk Ringgo Agus Rahman dan Kai yang disebutnya memiliki chemistry kuat selama proses syuting. Kehadiran para aktor dan aktris dalam film ini dinilai berhasil memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

Film Tanah Runtuh dibintangi oleh Vino G. Bastian, Ridho Khaliq, Yoan, Sigi Wimala, Jenda Munthe, Tubagus Ali, Agnes Naomi, Jerry Likumahwa, Royhan Hidayat, Umar, Tike Priatnakusumah, Luna Allegra, dan Sari Koeswoyo.

Di balik layar, film ini digarap oleh Rudi Soedjarwo sebagai sutradara, Denny Siregar sebagai produser, serta Oka Aura sebagai penulis skenario.

Mengangkat tema keluarga, empati, dan penerimaan terhadap perbedaan, Tanah Runtuh diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi refleksi tentang cara manusia memandang sesama serta memahami makna kehidupan dari sudut pandang yang lebih sederhana dan mendalam.

Film Tanah Runtuh dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.

Tags

Artikel Terkait

Terkini