Marshanda Dalami Trauma Korban Pelecehan Seksual untuk Peran Nadia di Film “Saat Aku Bersuara”

- Minggu, 14/06/2026
Marshanda Dalami Trauma Korban Pelecehan Seksual untuk Peran Nadia di Film “Saat Aku Bersuara”
Teuku Rifki Wikana dan Marshanda

Citraselebriti – Aktris Marshanda mengungkapkan proses emosional yang ia jalani saat memerankan karakter Nadia dalam film “Saat Aku Bersuara”, karya sutradara Sonu S. Film ini mengangkat kisah perjuangan seorang penyintas trauma yang berusaha menemukan kembali harapan dalam hidupnya.

Marshanda menjelaskan bahwa persiapan untuk memerankan Nadia tidak hanya dilakukan melalui pendalaman naskah, tetapi juga dengan mencari berbagai informasi dan berdiskusi dengan orang-orang yang pernah mengalami pengalaman serupa.

“Saya banyak mencari informasi, belajar dari berbagai sumber, dan bertanya kepada orang-orang yang pernah mengalami situasi seperti yang dialami Nadia. Kami juga melakukan reading terlebih dahulu sehingga saya bisa banyak berdiskusi dengan Pak Sonu, Mas Rifnu, dan pemain lainnya,” ujar Marshanda Ditemui dalam jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Minggu (14/6).

Dalam film tersebut, Nadia digambarkan sebagai putri tunggal dari pasangan yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana dan Cut Mini.

Marshanda mengaku sengaja tidak menonton film-film lain yang memiliki tema serupa. Ia khawatir penampilannya justru akan terpengaruh dan kehilangan keaslian karakter yang ingin dibangun.

“Saya sempat disarankan menonton film dengan tema yang mirip, tetapi saya memilih tidak menontonnya karena takut jadi mirip dengan yang sudah ada. Saya ingin menemukan sendiri seperti apa inti karakter Nadia,” katanya.

Aktris yang akrab disapa Caca itu juga mengungkapkan bahwa ia memanfaatkan pengalaman traumatis yang pernah dialaminya sebagai bahan untuk memahami emosi Nadia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap korban trauma memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi keterpurukan.

Menurut Marshanda, tantangan terbesar dalam memerankan Nadia bukanlah menunjukkan kesedihan atau keputusasaan, melainkan menghadirkan rasa harapan di tengah ketidakpastian.

“Kalau menurut saya, di antara berbagai emosi seperti depresi, putus asa, menyerah, dan berjuang, yang paling sulit adalah berharap. Ketika tidak ada jaminan apa yang ada di depan, tetap memiliki harapan itu sangat sulit,” tuturnya.

Lebih jauh, Marshanda mengaku karakter Nadia memberinya pelajaran penting tentang keberanian menghadapi luka batin yang selama ini sering disembunyikan.

“Kita sering memilih mengabaikan masalah atau luka yang berat. Padahal hal-hal yang kita sembunyikan tetap ada dan bisa menjadi luka yang semakin membesar. Nadia mengajarkan saya bahwa orang yang berani menghadapi hari-hari tergelapnya adalah orang yang paling mampu menghargai hari-hari terindah dalam hidupnya,” ungkapnya.

Melalui karakter Nadia, Marshanda berharap penonton dapat memahami pentingnya mengakui dan menghadapi trauma, sekaligus menemukan keberanian untuk tetap memiliki harapan meski berada dalam situasi yang sulit.

Film “Saat Aku Bersuara” disutradarai oleh Sonu S dan menghadirkan kisah perjuangan seorang perempuan muda dalam menghadapi trauma, mencari keadilan, serta menemukan kembali suaranya di tengah berbagai tekanan kehidupan. Tayang 18 Juni 2026.

Tags

Artikel Terkait

Terkini