Citraselebriti – Sara Wijayanto mengaku diliputi rasa cemas sekaligus haru menjelang pemutaran perdana film yang diadaptasi dari kisah penelusuran yang selama ini ia bagikan kepada publik. Perasaan tersebut diungkapkannya usai special screening film garapan sutradara Bobby Prasetyo yang diproduseri Amrit Punjabi dari rumah produksi MVP Pictures di Epicentrum, Jakarta, Jumat (12/6).
Menurut istri magiciam Demian Aditya, film tersebut memiliki makna yang sangat personal karena menjadi film pertama yang diangkat dari kisah penelusuran yang pernah ia lakukan. Ia pun berharap pesan yang terkandung dalam cerita dapat diterima dan menyentuh hati para penonton.
“Dari bangun pagi saya sudah merasa gugup. Banyak sekali yang ada di pikiran saya, mulai dari apakah penonton akan menyukai film ini sampai apakah pesan yang ingin disampaikan bisa sampai kepada mereka,” ujar Sara.
Dalam kesempatan tersebut, Sara juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim produksi, termasuk produser Amrit Punjabi, sutradara Bobby Prasetyo, para penulis, serta para pemain yang telah bekerja keras selama proses produksi yang berlangsung cukup panjang.
Ia menjelaskan bahwa kisah Rahma, Lila, dan Lili yang menjadi dasar cerita film ini merupakan kisah nyata yang memiliki pesan mendalam. Meski tidak semua orang percaya dengan keberadaan hal-hal gaib, Sara menegaskan bahwa dirinya merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan cerita tersebut dengan sebaik mungkin.
“Mungkin tidak semua orang percaya dengan keberadaan sosok yang tidak terlihat. Tapi bagi saya, kisah Rahma, Lila, dan Lili adalah kisah yang nyata. Karena itu saya merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pesannya dengan benar,” katanya.
Sara mengungkapkan bahwa selama proses pengembangan cerita, ia mendapatkan sudut pandang baru mengenai sosok Rahma. Menurutnya, banyak orang awalnya melihat Rahma sebagai sosok yang melakukan tindakan yang sulit diterima. Namun setelah memahami latar belakang kehidupannya, muncul perspektif yang lebih kompleks terhadap karakter tersebut
“Saya tidak membenarkan apa yang dilakukan Rahma. Tetapi setelah mengetahui perjalanan hidup dan berbagai cobaan yang ia alami sejak remaja, saya belajar untuk melihat sebuah persoalan dari berbagai sisi,” tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab, Sara juga menyinggung tentang sosok paranormal yang kerap digambarkan menghadapi risiko saat membantu orang lain. Menurutnya, hal tersebut juga terjadi dalam kehidupan nyata, di mana seseorang yang memiliki kemampuan spiritual sering kali harus menghadapi konsekuensi tertentu ketika menolong orang lain.
“Kalau seseorang memutuskan membantu membersihkan energi negatif atau gangguan tertentu, selalu ada konsekuensinya. Banyak teman saya yang memiliki kemampuan serupa bahkan bisa jatuh sakit setelah membantu orang lain. Itu menjadi bagian dari tanggung jawab yang mereka terima,” jelasnya.
Sementara itu, Sara mengaku tersentuh oleh perjalanan hidup Rahma yang menjadi salah satu fokus utama dalam film tersebut. Baginya, kisah itu memberikan pelajaran bahwa setiap manusia pasti menghadapi cobaan hidup, namun yang terpenting adalah bagaimana seseorang tidak tenggelam dalam sisi negatif hingga melakukan hal-hal yang merugikan.
Film yang diadaptasi dari kisah penelusuran tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan unsur horor dan misteri, tetapi juga menyampaikan pesan kemanusiaan yang dapat menjadi bahan refleksi bagi para penontonnya.
Artikel Terkait
Sara Wijayanto: Kisah Rahma, Lila, dan Lili Adalah Cerita Nyata yang Harus Disampaikan
MARBLES Tampil Percaya Diri dan Penuh Karisma Lewat Single “HOMPIMPA”
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polda Jatim atas Dugaan Penipuan Pengadaan Sound System
izna Tampil Perdana Bawakan “R.I.P.” di M Countdown, Suguhkan Konsep Gelap dan Penuh Energi