• Jum'at, 05/06/2026

Giorgino Abraham Bangga Seriesnya Love & 10 Million Dollars Mendunia, Tegaskan Tak Pilih-Pilih Platform dan Siap Main Karakter Antagonis

- Kamis, 04/06/2026
Giorgino Abraham Bangga Seriesnya Love & 10 Million Dollars Mendunia, Tegaskan Tak Pilih-Pilih Platform dan Siap Main Karakter Antagonis
Giorgino Abraham Bangga Seriesnya Love & 10 Million Dollars Mendunia

Jakarta- Aktor Giorgino Abraham mengaku merasa bangga setelah proyek serial Love & 10 Million Dollars yang tatah di platform digital Wetv dibintanginya berhasil meraih Rekir MURI  atas pencapaian internasional. Kabar tersebut baru diterimanya beberapa hari sebelum menghadiri acara promosi bersama tim produksi.

Menurut mantan kekasih Yasmine Napper, keberhasilan sebuah serial hingga mendapat pengakuan di 34  negara merupakan pencapaian besar yang layak diapresiasi oleh seluruh pihak yang terlibat.

“Jujur aku baru dikabari beberapa hari lalu. Aku senang sekali mendapat kabar bahwa serial ini memperoleh pencapaian yang luar biasa. Itu tentu menjadi kebanggaan bagi semua yang terlibat, termasuk aku sendiri sebagai pemain,” ujar Giorgino di temui di kantor Hitmaker, Jakarta, Kamis (4/6).

Meski belakangan lebih sering tampil dalam serial digital, Giorgino menegaskan dirinya tidak pernah membatasi diri hanya pada satu platform hiburan. Baginya, dunia akting adalah ruang berkarya yang luas, baik melalui sinetron, serial streaming maupun film layar lebar.

“Aku tidak pernah memilih satu platform untuk berkarya. Aku sering bermain di series, sering juga di sinetron, dan tentunya berharap bisa lebih banyak tampil di film layar lebar. Selama ada kesempatan berkarya, aku ingin menjalaninya,” katanya.

Tak Khawatir Dicap Aktor Adegan Dewasa

Dalam kesempatan tersebut, Giorgino juga menanggapi pertanyaan mengenai citra yang mungkin melekat karena beberapa serial yang dibintanginya menghadirkan adegan dewasa dan hubungan kompleks antar karakter.

Aktor berusia 31 tahun itu mengaku tidak terlalu memikirkan stigma negatif selama karya yang dibuat memiliki kualitas cerita yang baik.

“Series yang aku mainkan memang cukup banyak yang seperti itu. Tapi menurutku yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan performa terbaik. Buktinya karya-karya itu juga mendapatkan apresiasi dari penonton,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak takut dicap sebagai aktor yang kerap memainkan karakter dalam cerita dewasa. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari profesi seorang aktor yang harus mampu memerankan berbagai karakter.

“Aku tidak pernah takut dicap seperti itu. Itu bagian dari pekerjaan seorang aktor. Mungkin tidak semua orang berani atau mau mengambil proyek seperti itu, dan aku menghormati pilihan mereka. Tapi aku di sini menjalankan tugas sebagai aktor,” ujarnya.

Cerita dan Tim Produksi Jadi Pertimbangan Utama

Meski dikenal berani mengambil peran-peran menantang, Giorgino mengaku tidak serta-merta menerima semua proyek yang mengandung adegan intim.

Baginya, hal pertama yang dilihat adalah kualitas cerita, sutradara, rumah produksi, serta lawan main yang akan terlibat dalam proyek tersebut.

“Esensi cerita itu penting buat aku. Siapa sutradaranya, PH-nya siapa, lawan mainnya siapa, itu semua menjadi pertimbangan utama. Baru setelah itu kita bicara soal adegan-adegannya,” katanya.

Ia juga memastikan memiliki batasan pribadi yang harus dihormati selama proses produksi berlangsung.

“Semua orang punya batasan, baik laki-laki maupun perempuan. Apa yang terlihat di layar belum tentu sama seperti proses yang sebenarnya. Banyak trik kamera, sudut pengambilan gambar, hingga penggunaan properti yang membuat adegan terlihat lebih ekstrem dibandingkan kenyataannya,” jelas Giorgino.

Akui Adegan Intim Selalu Menimbulkan Kikuk

Lebih lanjut, Giorgino menyoroti pentingnya keberadaan intimacy coordinator dalam produksi yang melibatkan adegan sensitif.

Menurutnya, adegan intim bukan hanya membuat aktris merasa canggung, tetapi juga para aktor pria.

“Intimacy coordinator itu sangat penting. Adegan intim pasti menimbulkan rasa kikuk. Bayangkan kita baru kenal satu atau dua minggu dengan lawan main, lalu harus menjalani adegan yang sangat personal. Siapapun pasti merasa canggung,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa suasana di lokasi syuting juga membuat tantangan tersendiri karena banyak kru yang menyaksikan proses pengambilan gambar.

“Kita tidak hanya berdua. Ada kameramen, soundman, lighting, make up, wardrobe dan banyak kru lain yang memperhatikan. Itu membuat suasana jadi canggung. Karena itu chemistry dengan lawan main sangat penting,” tuturnya.

Untuk membangun kenyamanan, Giorgino selalu berusaha menjalin hubungan yang dekat dengan seluruh pemain sebelum syuting dimulai.

“Aku selalu berusaha dekat dengan lawan main, baik yang menjadi pasangan, orang tua, maupun karakter lain dalam cerita. Harus ada rasa nyaman supaya saat syuting semuanya berjalan lebih natural,” katanya.

Ingin Lebih Banyak Main Karakter Antagonis

Ketika ditanya mengenai karakter favorit yang ingin dimainkan di masa depan, Giorgino mengaku tertarik mengeksplorasi peran antagonis.

Menurutnya, karakter jahat menawarkan tantangan akting yang lebih kompleks dibandingkan karakter protagonis.

“Aku suka antagonis, suka juga protagonis. Tapi kalau untuk ke depan, aku ingin lebih banyak mencoba karakter antagonis karena menurutku sangat menantang dan menarik untuk dimainkan,” ujarnya.

Pesan Tentang Hubungan dan Kesetaraan

Melalui karakter yang diperankannya dalam serial terbaru, Giorgino mengaku belajar banyak mengenai relasi, kekuasaan, dan pentingnya mengenal pasangan secara mendalam.

Ia menilai banyak konflik dalam hubungan muncul ketika seseorang merasa memiliki kekuasaan lebih besar dibanding pasangannya.

“Kadang ketika seseorang memiliki harta, jabatan atau kekuasaan, dia merasa lebih dominan. Hal seperti itu banyak terjadi dalam kehidupan nyata. Karena itu penting sekali untuk benar-benar mengenal pasangan kita,” ungkapnya.

Selain itu, Giorgino juga menyoroti pentingnya keberanian perempuan untuk memperjuangkan hak dan pendapat mereka.

“Perempuan punya suara dan hak yang sama seperti laki-laki. Jadi perempuan di luar sana harus tetap kuat, berani mengambil keputusan dan berani memperjuangkan dirinya sendiri,” pungkas Giorgino Abraham.

Tags

Artikel Terkait

Terkini