Benjamin Netanyahu kembali menjalani sidang lanjutan dalam perkara “Kasus 2000” di Pengadilan Distrik Tel Aviv dengan suasana yang memanas setelah terjadi adu argumen antara Netanyahu dan jaksa penuntut.
Persidangan pemeriksaan silang terhadap Netanyahu kembali dipersingkat atas permintaan tim perdana menteri dengan alasan situasi keamanan nasional. Keputusan tersebut diambil setelah diskusi antara pihak terkait dan majelis hakim di ruang sidang.
Sejumlah menteri Israel turut hadir memberikan dukungan politik kepada Netanyahu. Mereka menilai proses hukum tersebut seharusnya segera diakhiri agar Netanyahu dapat fokus menangani urusan negara.
Salah satu menteri yang hadir menyebut persidangan itu sebagai “proses yang tidak perlu” dan mendesak penyelesaian cepat, termasuk kemungkinan pemberian pengampunan atau langkah hukum lain agar pemerintahan dapat berjalan tanpa gangguan.
Dalam sidang, jaksa Yonatan Tadmor kembali menyoroti isu “Hukum Israel Hayom”, dengan tuduhan bahwa Netanyahu sengaja memberi kebebasan suara di parlemen untuk mempermudah pembahasan undang-undang tersebut.
Namun Netanyahu membantah keras tuduhan itu. Ia menegaskan bahwa dirinya selama bertahun-tahun justru menentang rancangan undang-undang tersebut dan bahkan mengorbankan stabilitas koalisinya demi menghentikannya.
Netanyahu juga menyatakan bahwa pengaruh pemilik media Arnon “Noni” Mozes terhadap koalisi politik saat itu sangat besar. Menurutnya, situasi politik yang berkembang membuat dirinya berada dalam posisi sulit.
Ketegangan meningkat ketika jaksa menuduh mantan kepala staf Netanyahu, Ari Harow, melakukan negosiasi dengan Mozes atas nama sang perdana menteri. Netanyahu langsung merespons dengan nada tinggi dan menilai jaksa tidak memahami dinamika politik yang sebenarnya.
“Anda tidak memahami bidang ini. Jika merasa lebih ahli mengelola rival politik, silakan maju menjadi anggota parlemen,” kata Netanyahu dalam sidang yang disaksikan publik dan media Israel.
Kasus 2000 sendiri merupakan salah satu perkara korupsi paling besar yang menjerat Netanyahu. Dalam kasus tersebut, ia dituduh melakukan pembicaraan dengan pemilik grup media untuk mendapatkan pemberitaan yang lebih menguntungkan sebagai imbalan kebijakan tertentu.
Pemeriksaan silang terhadap Netanyahu dijadwalkan kembali berlanjut pada sidang berikutnya di Pengadilan Distrik Tel Aviv.
Artikel Terkait
“Silver Fugue” Milik Crystalix Hadirkan Atmosfer EBM Gelap dan Futuristik yang Hipnotis
Sidang Netanyahu Kembali Memanas, Perdana Menteri Israel Bentrok dengan Jaksa di Pengadilan Tel Aviv
“Silent War” Jadi Lagu Penuh Luka dan Harapan, Kolaborasi Sabrina Carpenter & Justin Bieber Sentuh Isu Kemanusiaan Global
Trump Pimpin Upacara Memorial Day di Arlington, Tegaskan Pengorbanan Prajurit Amerika Tak Akan Dilupakan