BEIJING — Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menegaskan hubungan strategis kedua negara kini berada pada tingkat “yang belum pernah terjadi sebelumnya” dalam pertemuan bilateral dan konferensi pers bersama di Beijing.
Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan puluhan dokumen kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, energi, pendidikan, teknologi, olahraga, hingga media massa. Kedua pemimpin juga mengeluarkan deklarasi bersama terkait pembentukan dunia multipolar dan hubungan internasional “tipe baru”.
Dalam pidatonya, Xi Jinping menyebut hubungan China-Rusia telah mencapai puncak historis setelah lebih dari tiga dekade kemitraan strategis berjalan.
“Hubungan China dan Rusia saat ini berada pada puncak sejarah sebagai model baru hubungan antarnegara besar,” ujar Xi Jinping.
Xi juga menyoroti bahwa Vladimir Putin telah melakukan kunjungan ke China untuk ke-25 kalinya, yang menurutnya mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan politik antara kedua negara.
Perdagangan Tembus 240 Miliar Dolar AS
Salah satu fokus utama pertemuan adalah penguatan kerja sama ekonomi. Xi Jinping mengungkapkan bahwa perdagangan bilateral China dan Rusia telah melampaui 200 miliar dolar AS selama tiga tahun berturut-turut.
Sementara itu, Putin menyatakan nilai perdagangan kedua negara pada 2025 hampir mencapai 240 miliar dolar AS, dengan peningkatan signifikan pada sektor bernilai tambah tinggi.
“Hubungan Rusia-China telah mencapai tingkat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan terus berkembang,” kata Putin.
Presiden Rusia juga menegaskan sebagian besar transaksi ekspor-impor kedua negara kini dilakukan menggunakan mata uang nasional, yakni rubel dan yuan, guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan meminimalkan dampak tekanan eksternal.
Perkuat Kerja Sama Energi dan Teknologi
Dalam sektor energi, Rusia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemasok utama minyak, gas alam, LNG, dan batu bara untuk China. Putin memastikan Moskow siap menjamin pasokan energi jangka panjang bagi pasar China yang terus berkembang.
Selain energi fosil, kedua negara juga memperluas kolaborasi pada sektor energi hijau dan teknologi rendah karbon, termasuk pengembangan proyek tenaga nuklir, energi terbarukan, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan inovasi teknologi.
Putin menyebut perusahaan energi nuklir Rusia terus mengembangkan proyek reaktor di China yang dinilai akan berkontribusi besar terhadap kebutuhan energi murah dan bersih negara tersebut.
Dorong Dunia Multipolar dan Tolak Unilateralisme
Xi Jinping menegaskan China dan Rusia memiliki visi yang sama dalam mempertahankan sistem internasional multipolar dan menolak dominasi sepihak dalam politik global.
Menurut Xi, kedua negara akan terus mendukung prinsip keadilan internasional serta memperkuat peran lembaga global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“China dan Rusia harus bersama-sama melawan unilateralisme, hegemoni, dan segala bentuk intimidasi internasional,” tegas Xi.
Putin juga menekankan bahwa Moskow dan Beijing akan terus memperkuat koordinasi di berbagai forum internasional seperti BRICS, Shanghai Cooperation Organisation, G20, WTO, hingga IMF.
Hubungan Budaya dan Pendidikan Diperluas
Selain kerja sama ekonomi dan geopolitik, kedua negara sepakat memperluas hubungan budaya dan pendidikan. Rusia dan China akan menggelar “Tahun Pendidikan Rusia-China” yang mencakup ratusan program pertukaran pelajar, konferensi ilmiah, konser budaya, hingga kompetisi olahraga.
Putin mengungkapkan lebih dari dua juta warga Rusia mengunjungi China sepanjang 2025, sementara lebih dari satu juta warga China melakukan perjalanan ke Rusia setelah kebijakan bebas visa mulai diterapkan.
Kedua pemimpin menutup pertemuan dengan komitmen memperdalam kemitraan strategis demi menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama jangka panjang antara Moskow dan Beijing.
Artikel Terkait
Chevrolet Bel Air 2027 Bangkit dengan Aura Futuristik, Mobil Legendaris Amerika Kini Berubah Jadi Monster Hybrid Mewah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Puji Pasukan Penjaga Perbatasan Timur
PBB Soroti Krisis Global: Konflik Timur Tengah, Gaza, Sudan hingga Ebola Jadi Perhatian Utama
Donald Trump Tegaskan “America First” Saat Pidato Wisuda Coast Guard Academy 2026