Jakarta-Band indie rock asal Australia, Vacations resmi mengumumkan album terbaru mereka bertajuk Pursuit of Anything yang akan dirilis pada 2 Oktober melalui Nettwerk. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Vacations juga melepas single utama sekaligus video musik terbaru mereka, Holy Grail.
Album ini menjadi penanda fase baru perjalanan musikal Vacations, yang digawangi oleh Campbell Burns, Jake Johnson, Nate Delizzotti, dan Joseph Van Lier. Dalam Pursuit of Anything, Burns merefleksikan pengalaman bertumbuh yang penuh kontradiksi — dari kehidupan di Newcastle, Australia hingga perjalanannya ke Los Angeles dan New York — sambil mempertanyakan ambisi pribadi, identitas, dan kehidupan yang dijalani orang-orang di kampung halamannya.
Ditulis oleh seluruh personel band dan diproduseri langsung oleh Burns, album ini menampilkan sisi Vacations yang lebih matang secara kreatif. Inspirasi album datang dari kehidupan masing-masing anggota band yang menempuh jalan berbeda, namun tetap terhubung dalam “pengejaran” mereka masing-masing.
Proses mixing album ditangani oleh Beatriz Artola yang sebelumnya dikenal lewat karya bersama Geese dan Caamp. Hasilnya adalah warna musik yang lebih kaya, emosional, dan kompleks, namun tetap mempertahankan nuansa dreamy khas Vacations.
Pengumuman album ini hadir di tengah posisi Vacations yang semakin kokoh sebagai salah satu band indie paling beresonansi secara global. Mereka telah mencatat tur dunia sold out, lagu bersertifikasi double platinum, hingga lebih dari 3,5 miliar streams di berbagai platform digital.
Nuansa personal dan reflektif album terasa kuat dalam single terbaru mereka, Holy Grail. Lagu tersebut menghadirkan atmosfer pop melankolis yang hangat dengan sentuhan synth berkilau dan lirik introspektif yang lembut.
“‘Holy Grail’ terinspirasi dari sebuah panggilan Zoom yang cukup penuh tekanan yang kami jalani bersama sebagai band tahun lalu,” ungkap Burns. “Saat itu kami berada di fase ingin menulis dan merekam materi baru, namun di saat yang sama terjebak dalam siklus tur yang tidak berkelanjutan.”
Burns juga mengungkapkan bahwa lagu tersebut lahir dari pergulatan emosional antara kecintaannya terhadap musik dan tekanan untuk terus bertahan di industri.
“Banyak orang yang aku kenal mendedikasikan seluruh hidup mereka untuk musik, tetapi terkadang rasanya seperti mengejar apa saja hanya agar semuanya tetap berjalan. Mungkin ada masa-masa sulit, tetapi saya akan selalu kembali karena musik memberi begitu banyak kebahagiaan dan kepuasan,” lanjutnya.
Menurut Burns, Pursuit of Anything berbicara tentang kebahagiaan sebagai sebuah siklus tanpa akhir — tentang manusia yang terus mengejar hal berikutnya dalam hidup mereka. Album ini juga memuat kisah tentang pernikahan, keluarga, refleksi masa lalu, hingga harapan terhadap masa depan.
Dengan pendekatan pop yang tulus, dreamy, dan penuh harapan, album ini disebut menjadi salah satu karya paling kuat dari Vacations sejauh ini, sekaligus memperlihatkan kemampuan mereka dalam merangkai lagu-lagu emosional yang terasa intim namun tetap universal.
Kabar baiknya untuk penggemar Asia Tenggara, Vacations juga akan membawa tur Holy Grail Tour ke Asia pada Juli mendatang. Tur tersebut akan singgah di Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia, menandai kembalinya mereka ke kawasan Asia yang telah lama dinantikan para penggemar.
Artikel Terkait
PBB Soroti Serangan Sekolah di Starobilsk, Desak Perlindungan Anak dan Gencatan Senjata di Ukraina
King Nasar Bongkar Kerinduannya pada Panggung DA7 Indosiar, Hafal Nama Kontestan hingga Bikin Studio Pecah Tawa
“Pink” Meledak di TikTok! Lagu Viral Kreator Korea Bawa Nuansa Dark Pop Ala Billie Eilish ke Era Musik Internet
“Pilih Kambing untuk Diri Sendiri”, Irfan Sebaztian Ungkap Makna Idul Adha dan Tradisi Kurban Bareng Keluarga