Jakarta, 6 Mei 2026 – Film horor Cerita Lila menghadirkan pendekatan berbeda dengan memadukan unsur mistis dan drama keluarga yang kuat. Digagas oleh Sara Wijayanto, film ini diadaptasi dari kisah penelusuran nyata yang kemudian dikembangkan bersama tim kreatif menjadi cerita layar lebar yang lebih emosional.
Dalam peluncuran trailer dan poster di kawasan Casablanca, Jakarta, Rabu (6/5), Sara menjelaskan bahwa ide cerita berangkat dari pengalaman penelusuran yang kemudian diperdalam melalui pengembangan karakter, termasuk tokoh Tari dan anaknya yang menjadi pusat konflik.
“Ceritanya memang dari penelusuran, tapi untuk film harus disesuaikan dengan alur dan karakter yang kuat. Prosesnya cukup panjang supaya semuanya inline dengan cerita besar ‘Lila’,” ujar Sara.
Adaptasi dari Buku “Wingit”
Film ini juga memiliki keterkaitan dengan buku bertema horor yang menjadi referensi cerita, sehingga memperkuat latar belakang karakter dan atmosfer yang dibangun.
Dalam proses casting, Sara mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim, namun tetap terlibat dalam memastikan chemistry antar pemain terbangun dengan baik sejak sesi reading.
Akting yang Menguras Emosi
Aktris Shaareefa Danish mengungkapkan ketertarikannya pada proyek ini karena tidak hanya menawarkan horor penuh jump scare, tetapi juga drama emosional yang intens.
“Awalnya saya pikir horor biasa, tapi ternyata dramanya berat dan emosinya roller coaster,” ujarnya.
Sementara itu, Lutesha mengaku tertarik karena cerita dalam film ini menyoroti kompleksitas peran perempuan, khususnya hubungan ibu dan anak yang menjadi inti narasi.
“Relasi ibu dan anak di film ini sangat kuat dan jadi daya tarik utama,” kata Lutesha.
Sentuhan Mistis di Lokasi Syuting
Nuansa horor dalam film ini tidak hanya hadir dalam cerita, tetapi juga dirasakan selama proses syuting. Sara mengungkapkan adanya momen-momen tak terduga ketika sosok yang diyakini terkait dengan cerita “merespons” adegan tertentu.
Namun, para pemain memilih tetap profesional dan fokus pada akting. “Kita menghormati, tapi tetap bekerja di ranah kita sebagai aktor,” ujar Shaareefa.
Tantangan Fisik dan Mental
Selain tuntutan emosional, film ini juga menghadirkan tantangan fisik melalui adegan-adegan yang melibatkan aksi dan intensitas tinggi. Para pemain menjalani workshop khusus, termasuk latihan stunt dan teknik keamanan saat syuting.
Karakter Tari yang diperankan sebagai ibu tunggal menjadi pusat cerita, menghadapi konflik keluarga sekaligus teror mistis yang perlahan muncul dan berkembang.
Kolaborasi Kreatif
Film Cerita Lila disutradarai oleh Bobby Prasetyo dan diproduseri oleh Amrit Punjabi. Proyek ini menjadi kolaborasi yang menggabungkan pengalaman horor berbasis penelusuran dengan pendekatan sinematik yang lebih dramatis.
Dengan kombinasi cerita emosional, pengalaman mistis, dan produksi yang matang, Cerita Liladiharapkan memberikan warna baru dalam genre horor Indonesia yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Artikel Terkait
Demian Aditya Kembangkan Aplikasi Horor DMS Plus, Gandeng Multivision Produksi Film Vertikal
Robot Xiao Yu Ai Diperkenalkan, Hadirkan Konsep Pendamping AI yang Lebih “Manusiawi”
“Cerita Lila” Usung Horor Emosional, Sara Wijayanto Angkat Kisah Ibu dan Anak dari Penelusuran Mistis
Kabul di Bawah Taliban: Kota Ketakutan, Jurnalis dan Warga Hidup di Bawah Ancaman